ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

ejournal.upnvj.ac.id

depo 10k depo 10k
bisnis

Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur Berhasil Bina 1.013 UMKM untuk Pemberdayaan Ekonomi

Jakarta – PT Pertamina telah berhasil membina sebanyak 1.013 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Rumah BUMN yang berlokasi di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan ekonomi lokal dan mendorong pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjelaskan bahwa kehadiran Rumah BUMN memberikan ruang yang strategis bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas dan daya saing produk, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas ke pasar.

“Sejak beroperasi, Rumah BUMN di Aceh Tamiang dan Aceh Timur telah berhasil mendukung 1.013 pelaku UMKM,” ungkap Baron dalam keterangan pers yang disampaikan pada tanggal 17 September 2026. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Kedua Rumah BUMN tersebut telah melaksanakan sebanyak 321 kegiatan pelatihan dan memfasilitasi UMKM dalam 207 kegiatan pameran serta perluasan akses pasar. Selain itu, mereka juga telah membantu penerbitan 1.375 legalitas dan sertifikasi usaha yang sangat penting bagi keberlangsungan bisnis.

Pembinaan yang dilakukan bersifat berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Ini mencakup berbagai aspek seperti peningkatan kompetensi pengelolaan usaha, penguatan branding dan kemasan, pemasaran digital, serta pemenuhan legalitas dan sertifikasi. Semua ini bertujuan untuk mendorong UMKM agar lebih siap bersaing di pasar.

Dari ekosistem pembinaan yang telah dibangun, sejumlah UMKM lokal menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa di antaranya adalah Nalura & Co, Madu Lusera, dan Sahada, yang dikenal dengan produk kerajinan anyaman pandan yang mengangkat kearifan lokal dan budaya Aceh.

Dengan dukungan dari Rumah BUMN Pertamina, Nalura & Co telah menerima penguatan dalam hal branding, pemasaran, dan digitalisasi usaha. Pendampingan ini mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga membangun identitas merek yang kuat serta mengemas nilai-nilai budaya lokal sebagai keunggulan produk mereka.

Inovasi produk terus didorong untuk memastikan kerajinan berbahan pandan tetap relevan dengan kebutuhan dan selera konsumen saat ini. Dengan demikian, produk anyaman tradisional tidak hanya dapat mempertahankan nilai budayanya, tetapi juga bertransformasi menjadi barang yang lebih fungsional dan sesuai dengan permintaan pasar.

“Bagi kami, Rumah BUMN bukan sekadar tempat untuk mendapatkan informasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi dalam mengembangkan usaha. Kami semakin menyadari pentingnya bagi UMKM untuk terus belajar dan beradaptasi, mulai dari produk, branding, hingga pemanfaatan digital,” ungkap Ratna Dewi, pemilik Nalura & Co, menggambarkan manfaat yang dirasakan dari program ini.

Melalui berbagai kegiatan yang diadakan, Rumah BUMN tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung antar pelaku UMKM. Ini membantu mereka untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi tantangan yang ada di pasar.

Selama proses pembinaan, pihak Rumah BUMN juga memberikan akses kepada pelaku UMKM untuk terlibat dalam pameran-pameran lokal. Ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas dan menjalin koneksi dengan calon pelanggan maupun mitra bisnis.

Dalam upaya memperluas jaringan pasar, Rumah BUMN juga memfasilitasi pelatihan mengenai pemasaran digital. Ini sangat penting di era digital saat ini, di mana kehadiran online dapat menjadi kunci untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan produk.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal. Pertamina, melalui Rumah BUMN, berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pengembangan UMKM di Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang berhasil mendapatkan pembinaan, diharapkan akan muncul lebih banyak inovasi dan produk unggulan dari daerah ini. Ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat secara keseluruhan.

Kedepannya, Pertamina berencana untuk terus memperluas jangkauan program Rumah BUMN ke daerah-daerah lain yang juga memiliki potensi untuk mengembangkan UMKM. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan lebih banyak pelaku usaha lokal dapat merasakan manfaat dari program pemberdayaan ini.

Melalui upaya ini, diharapkan akan tercipta ekosistem bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Pertamina percaya bahwa dengan memberdayakan UMKM, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi semua.

➡️ Baca Juga: Karhutla Kalimantan Selatan Melanda 12.339 Hektare, Banjarbaru Catat Kebakaran Terbanyak

➡️ Baca Juga: Calvin Verdonk dan Ayase Ueda: Lille Raih Kemenangan Tipis atas Toulouse

Related Articles

Back to top button