Permintaan Kelapa Dunia Naik, Industri Pengolahan RI Mulai Tancap Gas

— Paragraf 1 —
VIVA – Permintaan terhadap produk olahan kelapa di pasar global menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kapasitas industri pengolahan kelapa di Indonesia. Sejumlah fasilitas produksi juga mulai dikembangkan untuk meningkatkan pengolahan kelapa menjadi produk turunan.
— Paragraf 2 —
Salah satunya, PT Royal Agro Industri (RAI), yang menambah fasilitas produksi dengan mendatangkan mesin baru dari Beyond, Tiongkok. Mesin tersebut akan ditempatkan di pabrik pengolahan kelapa di Manado, Sulawesi Utara, Sampit, Kalimantan Tengah, dan pabrik baru yang sedang dibangun di Riau.
— Paragraf 3 —
Hal tersebut disampaikan CEO PT RAI Johanna. Ia mengatakan, pembangunan pabrik baru di Riau dilakukan seiring dengan permintaan produk olahan kelapa di pasar global.
— Paragraf 4 —
“Karena permintaan hasil pengolahan kelapa di dunia terus meningkat, saat ini kami sedang membangun satu pabrik lagi di Riau,” kata Johanna, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Jumat, 18 September 2026.
— Paragraf 5 —
Saat ini, RAI menaungi tiga pabrik pengolahan kelapa, yaitu PT Dewa Agricoco Industri (DAI) di Halmahera, Maluku Utara, PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara, dan PT Samuda Coco Indonesia di Sampit, Kalimantan Tengah.
— Paragraf 6 —
Mesin baru akan digunakan untuk menambah jalur produksi di pabrik Manado dan Sampit. Sementara itu, mesin yang ditempatkan di Riau akan menjadi bagian dari fasilitas produksi pabrik baru.
— Paragraf 7 —
”Tahun depan, semua alat baru sudah bisa digunakan untuk produksi,” ujarnya.
— Paragraf 8 —
Setelah penambahan fasilitas, kapasitas pengolahan pabrik Riau diproyeksikan mencapai 1 juta butir kelapa per hari. Pabrik Manado memiliki kapasitas sekitar 500.000 butir per hari, Sampit 350.000 butir, dan Halmahera 250.000 butir per hari.
— Paragraf 10 —
”Artinya, kami memiliki kapasitas untuk mengolah lebih dari 2 juta butir kelapa per hari,” kata Johanna.
— Paragraf 11 —
Penambahan fasilitas tersebut juga akan digunakan untuk memproduksi sejumlah produk turunan kelapa, seperti desiccated coconut low fat, desiccated coconut high fat, santan, arang, cocofiber, cocopeat, crude coconut oil, dan produk lainnya.
— Paragraf 12 —
Pemilik PT RAI Jerry Hermawan Lo mengatakan, pengembangan fasilitas pengolahan merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengolahan kelapa di dalam negeri sebelum produk tersebut diekspor.
➡️ Baca Juga: Waka BGN: Prabowo Menegaskan MBG Bukan Untuk Keuntungan Bisnis
➡️ Baca Juga: Progres Sekolah Rakyat di Nganjuk Baru Capai 15 Persen, Menteri PU Ingatkan Pentingnya Program Prioritas Presiden




