AS Ingatkan Israel Hindari Provokasi Terhadap Iran Pasca Kesepakatan Gencatan Senjata

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, mengenai upaya untuk merampungkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat dari Gedung Putih pada hari Selasa.
Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam proses negosiasi dengan Iran, dan menginformasikan bahwa pembicaraan perdamaian akan dimulai pada hari Jumat di Islamabad, menurut laporan yang beredar.
Di sisi lain, Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Trump untuk menunda aksi militer terhadap Iran selama dua minggu. Namun, langkah ini disertai syarat agar Teheran segera membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara lain di kawasan.
“Israel juga mendukung inisiatif AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman dalam hal nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab Iran, dan seluruh dunia,” ungkap pernyataan dari kantor Perdana Menteri Netanyahu yang dilansir oleh Iran International pada Rabu, 8 April 2026.
“Amerika Serikat telah menginformasikan kepada Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang juga dipegang oleh AS, Israel, dan sekutu-sekutu regional Israel, dalam perundingan yang akan datang,” tambah pernyataan tersebut.
Gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu ini tidak berlaku untuk Lebanon.
Presiden Trump mengumumkan pada Selasa malam bahwa AS telah berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, menjelang batas waktu ultimatum yang semakin dekat untuk Teheran.
“Langkah ini diambil karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta telah mencapai kemajuan yang signifikan menuju Kesepakatan Definitif untuk Perdamaian Jangka Panjang dengan Iran, dan stabilitas di Timur Tengah,” tulis Trump di platform Truth Social yang dilansir oleh Politico pada Rabu, 8 April 2026.
“Kami menerima proposal sepuluh poin dari Iran, dan kami percaya bahwa ini adalah fondasi yang baik untuk negosiasi lebih lanjut.”
Trump yang menyatakan bahwa gencatan senjata ini bergantung pada pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, menambahkan bahwa “hampir semua poin perselisihan masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran,” namun ia menekankan bahwa periode gencatan senjata selama dua minggu ini akan memberi ruang untuk menyelesaikan dan mewujudkan kesepakatan tersebut.
➡️ Baca Juga: Teuku Ryan Jadi Sorotan Setelah Ressa Ungkap Identitas Ayah, Inayah Wahid Resmi Menikah dengan Kiai
➡️ Baca Juga: Irish Bella Disentil Haldy Sabri, Ammar Zoni Berikan Pembelaan Tegas dan Jelas




