Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

depo 10k depo 10k
bisnis

Pengalihan Impor Bahan Baku Gula Rafinasi ke BUMN Menuai Protes, Berikut Alasannya

Pemerintah Indonesia berencana untuk mengalihkan pengelolaan impor bahan baku gula rafinasi dari sektor swasta ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rencana ini diungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan bersama Komisi VI DPR pada Rabu, 8 April 2026.

Pengalihan ini diusulkan sebagai respons terhadap dugaan adanya rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kerugian yang dialami oleh Sugar Co dan mendukung upaya mencapai swasembada gula di tanah air.

Menanggapi usulan tersebut, Khudori, seorang pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), mengemukakan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah ini.

“Pengalihan impor ini bukanlah solusi yang tepat. Dalam teori rantai pasok, hal ini hanya menambah satu titik pemasaran yang pada akhirnya akan meningkatkan margin yang harus dibayar,” jelas Khudori dalam keterangannya pada Rabu, 15 April 2026.

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga bahan baku gula mentah (raw sugar) akan berdampak pada pabrik gula rafinasi yang bergantung pada bahan baku tersebut. Akibatnya, harga produk akhir di pasar akan meningkat.

Khudori menjelaskan bahwa kenaikan biaya bahan baku ini akan diteruskan oleh industri rafinasi kepada sektor makanan, minuman, dan farmasi. Pada akhirnya, beban biaya ini akan ditanggung oleh konsumen.

Menurut Khudori, kebijakan ini akan mengulangi kesalahan pemerintah yang pernah terjadi dalam upaya mencapai swasembada daging sapi, di mana pemerintah mengandalkan impor daging kerbau dari India dan kedelai oleh BUMN.

“Pada akhirnya, konsumen yang akan membayar dengan harga yang sangat tinggi. BUMN yang diberi tugas untuk mandiri dan PTPPI tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai dan jaringan pemasaran yang cukup,” tegasnya.

Mengenai masalah rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi, Khudori berpendapat bahwa ini bukanlah masalah siapa yang mengimpor bahan baku gula rafinasi. Masalah ini lebih berkaitan dengan lemahnya pengawasan pemerintah serta tingginya disparitas antara harga gula rafinasi dan gula konsumsi.

“Akar permasalahannya terletak pada pabrik gula konsumsi kita yang tidak efisien, terutama yang dikelola oleh BUMN. Oleh karena itu, pasar ini perlu dipisahkan antara gula konsumsi dan gula rafinasi,” pungkas Khudori.

➡️ Baca Juga: Justin Hubner Menilai Tindakan NAC Breda Telah Melampaui Batas yang Memalukan

➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Wujudkan 280 Juta Alasan untuk Lolos ke Piala Dunia Setelah Tekuk Saint Kitts-Nevis

Related Articles

Back to top button