pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

IHSG Tertekan di Awal Perdagangan, Peluang Rebound di Tengah Kelemahan Bursa Asia dan Wall Street

IHSG dibuka dengan penurunan sebesar 7 poin atau 0,11 persen, berada di level 6.453 pada awal perdagangan Rabu, 16 September 2026. Tanda-tanda kelemahan ini menunjukkan ketidakpastian yang menghinggapi pasar, menciptakan kekhawatiran di kalangan investor.

Fanny Suherman, Kepala Analis Riset Ritel, mengungkapkan harapannya bahwa IHSG akan mengalami rebound pada perdagangan hari ini.

Menurut Fanny, “IHSG berpotensi untuk rebound, meskipun terbatas, namun tetap rentan menjelang keputusan The Fed yang akan diumumkan malam ini.” Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme yang hati-hati di tengah situasi pasar yang tidak menentu.

Bursa saham Asia mengalami penurunan pada hari Selasa, dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dan kekhawatiran mengenai perkembangan teknologi AI.

Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi juga membuat para investor lebih berhati-hati, terutama menjelang pengumuman suku bunga dari The Fed dan Bank of Japan (BOJ). Situasi ini menambah ketidakpastian yang sudah ada di pasar.

Di sisi lain, serangan baru oleh kelompok Houthi, yang memiliki afiliasi dengan Iran, terhadap Arab Saudi pada hari Senin kemarin, kembali menambah kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan minyak global.

Arab Saudi sebelumnya mengklaim bahwa kelompok yang didukung Iran dari Irak berada di balik serangan terhadap jaringan pipa minyak yang menghubungkan bagian timur dan barat negara tersebut. Dalam konteks ini, harga minyak mentah jenis Brent melonjak hingga mencapai US$107,8 per barel.

Indeks saham di Asia menunjukkan penurunan yang signifikan, dengan indeks Nikkei 225 hanya turun tipis 0,01 persen, sementara Hang Seng di Hong Kong merosot 1 persen. Selain itu, Taiex di Taiwan mengalami penurunan sebesar 0,77 persen, KOSPI Korea Selatan turun 0,85 persen, dan ASX 200 di Australia melemah 0,88 persen.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, berusaha menenangkan kekhawatiran yang ada. Ia menyatakan bahwa perlindungan yang ada di AS saat ini sudah cukup memadai dan memperingatkan bahwa ketakutan yang berlebihan terhadap perkembangan AI bisa menjadi keuntungan bagi China.

Fanny juga memberikan analisis teknis mengenai IHSG, menyebutkan bahwa level support berada di rentang 6.400 hingga 6.450, sementara level resistensinya berada di kisaran 6.500 hingga 6.540.

Sebagai tambahan informasi, indeks utama di Wall Street ditutup dengan penurunan pada perdagangan hari Selasa kemarin. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan imbal hasil US Treasury, kekhawatiran akan utang yang meningkat, serta lonjakan harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 0,63 persen, diikuti oleh S&P 500 yang turun 0,45 persen dan Nasdaq Composite yang melemah sebesar 0,78 persen.

Melihat semua faktor yang mempengaruhi pasar saat ini, ada harapan bahwa IHSG dapat mengalami rebound meskipun dalam kondisi yang masih sangat rentan. Investor perlu tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini baik dari dalam negeri maupun faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pasar saham.

➡️ Baca Juga: Kejaksaan Sita Rp42,5 M dari Rekening Pengembang Perumahan dalam Kasus Korupsi KPR Karawang

➡️ Baca Juga: Pelaku Pemerkosaan Turis China di Bali Ditangkap Saat Kembali ke Vila Korbannya

Related Articles

Back to top button