Harga Masker Naik Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warganet Mengeluh di Media Sosial

Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau telah berimbas pada lonjakan permintaan masker di masyarakat. Pemerintah mengeluarkan anjuran untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan abu vulkanik yang berbahaya.
Masker berfungsi untuk melindungi sistem pernapasan dari partikel halus yang berasal dari abu vulkanik, yang dapat terdiri dari batuan, mineral, hingga pecahan kaca vulkanik. Sayangnya, dalam situasi permintaan tinggi ini, sebagian oknum memanfaatkan kondisi dengan menaikkan harga masker, terutama jenis N95 yang terkenal efektif.
Kenaikan harga masker ini menjadi topik hangat di media sosial, terutama di platform Threads, sejak Minggu, 6 September 2026. Salah satu pengguna dengan akun @bapethh mengungkapkan pengalamannya saat mencoba membeli masker secara online, namun pesanan tersebut dibatalkan akibat lonjakan harga yang tidak terduga.
“Penjual masker sangat tidak beretika. Kemarin saya checkout dan pagi ini pesanan saya dibatalkan dengan alasan harga sudah naik. Ketika saya lihat harga barunya, kenaikannya luar biasa, sampai 10 kali lipat,” tulis pengguna tersebut, menunjukkan betapa frustrasinya ia menghadapi situasi ini.
Postingan tersebut langsung mendapatkan banyak tanggapan dari pengguna lainnya di Threads. Salah satu pengguna lain juga berbagi pengalaman serupa, walaupun kenaikan harga yang ia alami tidak separah yang dialami oleh pemilik akun tersebut.
“Saya juga mengalami hal yang sama. Pagi ini saya checkout dengan harga normal, tapi tiba-tiba pesanan saya dibatalkan. Harga masker dinaikkan dua kali lipat,” balas pengguna dengan akun @ardelia.mzn, sambil menyertakan tangkapan layar riwayat pembeliannya.
Pengguna lainnya juga mengeluhkan hal yang sama, di mana mereka melakukan pembelian melalui e-commerce tetapi pesanan mereka dibatalkan sepihak dan harga barang yang diinginkan menjadi lebih mahal.
“Saya sangat terkejut. Tadi pagi saya checkout dan melihat postingan ini, langsung cek pesanan saya. Tidak habis pikir, barang dibatalkan sepihak dan harganya naik,” komentar seorang pengguna lainnya yang merasakan dampak langsung dari situasi ini.
Pengguna lain juga meluapkan keluhannya terkait kenaikan harga. Ia menjelaskan bahwa saat hendak melakukan pembayaran, ia menerima notifikasi mengenai perubahan harga pada produk yang dipesannya.
“Sebagai seseorang yang rentan terhadap abu dan asap, hari ini saya langsung membuka e-commerce untuk membeli masker KF95 satu paket dan KF94 dua paket. Namun, saat hendak membayar, muncul notifikasi perubahan harga. Saya kembali ke halaman sebelumnya dan ternyata harga masker KF95 naik hampir 100% dari harga awal,” ungkapnya, menyoroti betapa menyedihkannya situasi ini bagi mereka yang membutuhkan masker untuk kesehatan.
Situasi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada masker untuk melindungi diri dari dampak kesehatan akibat abu vulkanik. Kenaikan harga ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menambah beban psikologis bagi mereka yang sudah tertekan oleh kondisi lingkungan yang tidak menentu.
Masyarakat pun mulai berdiskusi mengenai etika penjualan di tengah situasi seperti ini. Banyak yang mempertanyakan moralitas penjual yang mengambil keuntungan dari krisis, sementara orang lain berjuang untuk mendapatkan barang penting demi kesehatan mereka.
Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah untuk menangani masalah ini. Apakah itu melalui regulasi harga atau tindakan tegas terhadap penjual yang mempermainkan situasi, penting bagi pihak berwenang untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik tidak etis semacam ini.
Kenaikan harga masker akibat fenomena abu vulkanik ini harus menjadi perhatian serius. Masyarakat memerlukan akses ke masker dengan harga yang wajar, terutama di saat kondisi kesehatan menjadi prioritas utama.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan, diharapkan kedepannya akan ada regulasi yang lebih ketat untuk menjaga stabilitas harga barang penting seperti masker. Ini adalah langkah yang diperlukan untuk memastikan masyarakat tidak dieksploitasi oleh oknum yang melihat kesempatan di tengah krisis.
Sebagai penutup, situasi ini menuntut tindakan kolektif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, produsen, dan masyarakat itu sendiri. Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan perlindungan diri harus menjadi prioritas utama, diiringi dengan tindakan yang konkret untuk menjaga akses terhadap barang-barang penting seperti masker dengan harga yang adil dan terjangkau.
➡️ Baca Juga: Prabowo dan Dasco Diskusikan Situasi Politik dan Ekonomi Nasional Secara Langsung di Istana
➡️ Baca Juga: Pesan Terakhir Jupe di RS Sebelum Meninggal dan Imbas Sri Wulansih Minta Tolong




