Bandara Supadio Pontianak Terhambat Kabut Asap Karhutla, Penerbangan Tertunda

Kondisi kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak. Hal ini terlihat jelas pada beberapa penerbangan yang dikelola oleh maskapai Lion Group.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan bahwa kabut asap yang melanda minggu ini telah menyebabkan penurunan jarak pandang di sekitar bandara, berimbas pada kelayakan operasional penerbangan.
Ia menekankan bahwa keputusan untuk menunda atau membatalkan penerbangan diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi jarak pandang, perkembangan cuaca, serta keselamatan penerbangan yang menjadi prioritas utama.
Keselamatan para penumpang, awak penerbangan, dan semua pihak yang terlibat menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan terkait operasional penerbangan.
Dalam situasi seperti ini, penundaan atau pembatalan penerbangan dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat.
Lion Group menjelaskan bahwa penundaan dan pembatalan adalah dua hal yang berbeda. Penundaan berarti penerbangan masih direncanakan untuk dilaksanakan, namun waktu keberangkatan akan menyesuaikan hingga kondisi memungkinkan. Sementara pembatalan berarti penerbangan tidak akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Jika jarak pandang tidak membaik hingga batas waktu yang ditentukan, keputusan untuk membatalkan penerbangan dapat diambil. Dalam hal ini, penumpang akan diberikan opsi untuk melakukan perjalanan di penerbangan berikutnya atau pengembalian biaya tiket sesuai dengan prosedur yang ada.
Lion Group menegaskan bahwa kabut asap yang mengurangi jarak pandang secara signifikan merupakan faktor eksternal yang berada di luar kendali maskapai. Dalam konteks penerbangan, kondisi ini dapat dianggap sebagai keadaan kahar (force majeure), yang menghalangi operasional penerbangan secara aman.
Meski demikian, Lion Group berkomitmen untuk terus memantau situasi, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta memberikan informasi yang diperlukan kepada pelanggan. Mereka juga menyiapkan alternatif perjalanan yang sesuai dengan kondisi yang ada.
Pada 3 September 2026, sejumlah penerbangan Lion Group dari dan menuju Pontianak mengalami perubahan jadwal maupun pembatalan akibat kabut asap yang mempengaruhi jarak pandang.
Sebagai contoh, penerbangan Lion Air JT-837 yang seharusnya terbang dari Pontianak menuju Surabaya pada pukul 10.00 WIB baru dapat berangkat pada pukul 21.00 WIB. Sementara penerbangan JT-955 rute Pontianak–Batam dibatalkan, dan penerbangan JT-989 dari Pontianak menuju Batam yang dijadwalkan pukul 16.55 WIB, juga mengalami keterlambatan dan baru berangkat pada pukul 21.32 WIB.
➡️ Baca Juga: Bagaimana Mode Mengubah Hidup Kita di 2025
➡️ Baca Juga: Panduan Cara Mendapatkan Uang dari Internet dengan Blog Pribadi




