Kembangkan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah, Pertamina Perkenalkan Energi Berkelanjutan di IdeaFest 2026

PT Pertamina (Persero) telah mengungkapkan bahwa minyak jelantah yang dihasilkan dari aktivitas memasak di rumah tangga memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif di masa depan.
Dalam acara IdeaFest 2026, Pertamina memperkenalkan Sustainable Aviation Fuel (SAF), sebuah bahan bakar ramah lingkungan untuk penerbangan yang salah satu komponen utamanya berasal dari minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).
Pengunjung yang hadir di booth Pertamina di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, berkesempatan untuk melihat proses pengolahan minyak jelantah, mulai dari pengumpulan hingga penggunaannya sebagai bahan baku SAF.
“Inovasi ini menunjukkan bagaimana kontribusi masyarakat dalam kegiatan sederhana dapat berperan dalam pengembangan ekosistem energi rendah karbon,” ungkap Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary Pertamina, dalam keterangannya pada Sabtu, 5 September 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan SAF merupakan langkah konkret Pertamina dalam melakukan transisi energi serta memperkuat kemandirian energi di tanah air.
“Minyak jelantah ini kita olah menjadi bahan bakar untuk pesawat. Namun, tidak perlu khawatir karena penelitian ini telah dimulai sejak tahun 2015, dan melalui uji coba yang ketat dari 2021 hingga 2025,” tambahnya.
Arya juga menjelaskan bahwa SAF yang berbasis minyak jelantah telah digunakan dalam penerbangan Pelita Air Service, anak perusahaan Pertamina, pada rute Jakarta–Bali. Pengembangan ini menjadi contoh nyata bahwa inovasi energi rendah karbon dapat bermula dari sumber daya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ibrahim Akbar, dari SAF Project Commercial PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa konsep penggunaan minyak jelantah menarik perhatian banyak pengunjung di IdeaFest.
“Hari ini saya berkesempatan untuk mempresentasikan program Pertamina yang mengubah minyak jelantah menjadi bahan bakar terbarukan. Saya melihat antusiasme yang sangat besar. Semua yang bertanya menunjukkan ketertarikan pada UCO,” tuturnya.
Menurutnya, karakter pengunjung di IdeaFest yang didominasi oleh generasi muda memberikan kesempatan bagi Pertamina untuk memperkenalkan transisi energi dengan cara yang lebih relevan dan dekat. Masyarakat tidak hanya diajak memahami inovasi ini, tetapi juga berpartisipasi dalam pengumpulan minyak jelantah sebagai bahan baku.
“Harapan kami adalah agar lebih banyak lapisan masyarakat yang mengetahui program ini, sehingga kita dapat mengumpulkan minyak jelantah sebanyak mungkin sebagai bahan baku,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Cara Memulai Jasa Dekorasi Kamar Pengantin Sederhana tapi Elegan
➡️ Baca Juga: Peluang Ruben Onsu Dapatkan Hak Asuh Anak, Peran Sarwendah Jadi Sorotan Praktisi Hukum




