GoPay Dukung Inovasi dan Pengembangan Talenta Keuangan Digital Indonesia di FEKDI 2026

Jakarta – Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk mendorong pengembangan sistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan relevan bagi masyarakat. Dalam upaya tersebut, dukungan dari berbagai pihak, termasuk GoPay, menjadi sangat penting untuk mencapai tujuan ini.
Dalam Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026 yang diadakan oleh BI, GoPay berpartisipasi untuk berbagi wawasan mengenai kemajuan ekosistem keuangan digital di tanah air.
Direktur GoPay, Yogi Harsudiono, menyatakan, “Kami ingin memperkenalkan berbagai inovasi dan solusi keuangan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan pelaku usaha,” dalam keterangannya pada 28 September 2026.
Dalam sesi Talk Show bertajuk “Beyond Payments: How Digital Talent is Building the Future of Indonesia’s Financial Ecosystem,” Yogi menjelaskan tentang kontribusi talenta digital Indonesia dalam mendorong inovasi teknologi yang terus menerus berkembang.
Sesi ini juga mengupas perjalanan GoPay yang telah bertransformasi dari sekadar solusi pembayaran menjadi platform layanan finansial yang lebih komprehensif. Berbagai inovasi dan kolaborasi yang dilakukan bertujuan untuk membangun ekosistem keuangan digital Indonesia yang inklusif dan mudah diakses, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Inovasi digital yang diperkenalkan mencakup fitur QRIS Tanpa Pindai (QRIS Tap), pembayaran lintas negara (QRIS Cross Border) yang telah diimplementasikan di negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China, serta layanan transaksi online yang berkolaborasi dengan Midtrans sebagai penyedia layanan Payment Gateway.
Selain sesi Talk Show, GoPay juga menyiapkan booth pengalaman di acara FEKDI 2026. Pengunjung memiliki kesempatan untuk secara langsung mencoba berbagai inovasi dan produk yang ditawarkan oleh GoPay dan Midtrans.
Yogi menegaskan bahwa partisipasi GoPay dalam FEKDI 2026 merupakan momen berharga bagi masyarakat untuk mengenali dan menguji langsung inovasi teknologi digital. Ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pelaku industri dan pemangku kepentingan dapat mendukung terbentuknya ekosistem keuangan digital yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Melalui FEKDI 2026, kami ingin menunjukkan bagaimana inovasi layanan keuangan terus beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan pelaku usaha. Pembayaran digital saat ini sudah menjadi bagian integral dari pengalaman finansial sehari-hari masyarakat dan pelaku usaha,” ungkap Yogi.
Dia menambahkan, “Dengan komitmen kami untuk menyediakan layanan keuangan digital yang inklusif, mudah, dan aman bagi seluruh masyarakat, kami berharap bisa didukung oleh talenta yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga kebutuhan pengguna dan pelaku usaha sambil tetap mematuhi regulasi yang ada.”
➡️ Baca Juga: Banjir Menggenangi 16 RT dan Dua Ruas Jalan di Jakarta pada Senin Pagi
➡️ Baca Juga: RI Menjalin Kerja Sama dengan Tiga Negara untuk Pemasok Bahan Baku Plastik Baru di Tengah Krisis Global




