Nelayan Bali Beralih ke Perahu Listrik untuk Mengurangi Ketergantungan BBM

Sektor perikanan dan kelautan di Indonesia kini semakin diarahkan untuk menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mendukung transisi menuju energi bersih, terutama bagi nelayan skala kecil, guna memastikan keberlanjutan di sektor maritim nasional.
Salah satu langkah yang diambil adalah mempromosikan penggunaan teknologi mesin perahu listrik yang dapat meningkatkan efisiensi operasional bagi nelayan kecil. Inovasi ini dipelopori oleh Azura Indonesia yang berfokus pada pengembangan solusi kelautan yang lebih berkelanjutan.
Melalui Program Nelayan Lestari yang dilaksanakan di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, penerapan awal mesin perahu listrik MantaOne menunjukkan potensi penghematan biaya operasional mencapai 90 persen. Ini juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Inisiatif ini diperkenalkan dalam acara Jelajah Inovasi yang bertajuk “Powering the Blue: A Journey into Clean Energy for Sustainable Fisheries”, yang merupakan bagian dari Pekan Iklim Bali 2026.
Azura Indonesia berperan sebagai salah satu penggagas dan kolaborator dalam Pekan Iklim Bali, yang tahun ini mengusung tema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Kembali Arti Transisi untuk Semua”.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 25 peserta dari berbagai latar belakang tersebut, anggota Koalisi Bali Emisi Nol Bersih menunjukkan bagaimana teknologi energi bersih dapat diimplementasikan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir. Salah satu isu utama adalah ketergantungan tinggi terhadap BBM dalam kegiatan penangkapan ikan.
Nadea Nabila, Direktur dan Co-founder Azura Indonesia, menjelaskan bahwa transisi energi bagi nelayan kecil tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dengan emisi rendah, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi komunitas.
“Bagi nelayan skala kecil, transisi energi bukan sekadar mengganti mesin berbahan bakar minyak dengan mesin listrik, tetapi lebih pada bagaimana teknologi itu dapat membuat biaya operasional lebih terjangkau dan memungkinkan usaha mereka lebih berkelanjutan,” ujar Nabila dalam keterangannya pada Senin, 19 Oktober 2026.
Untuk itu, melalui Program Nelayan Lestari, pihaknya tidak hanya memperkenalkan MantaOne, tetapi juga membangun infrastruktur pengisian daya serta ekosistem pendukung agar manfaat teknologi ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat pesisir.
Penggunaan mesin listrik tidak hanya menawarkan efisiensi biaya, tetapi juga menghilangkan emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran BBM dalam mesin perahu saat beroperasi. Azura Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung pengisian daya berbasis tenaga surya, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi emisi dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor perikanan.
➡️ Baca Juga: Pernikahan 12 Tahun Sara Wijayanto dan Demian Aditya Resmi Berakhir, Simak Faktanya!
➡️ Baca Juga: Lapas Merauke Terbakar Setelah Razia HP, Simak Kondisi Terkini Napi yang Melarikan Diri




