Gus Ipul Ungkap Fakta Terkait Tuduhan Korupsi Uang Muktamar Ke-35 NU: Tidak Ada!

Jakarta – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah menjadi sorotan publik, terutama karena munculnya tuduhan mengenai adanya praktik korupsi terkait dana muktamar tersebut. Menanggapi isu yang mengganggu ini, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penjelasan yang tegas untuk menangkis anggapan tersebut.
Gus Ipul mengungkapkan beberapa fakta yang mengejutkan guna membantah tuduhan yang dianggapnya tidak berdasar dan sepenuhnya tidak benar.
Ia menegaskan dengan jelas bahwa tidak ada aliran dana hasil korupsi yang masuk ke dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa tudingan yang beredar selama ini tidak didukung oleh bukti yang konkret dan hanya merupakan omongan kosong semata.
“Saya ingin menekankan kembali, tidak ada uang hasil korupsi yang dialokasikan untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” ungkap Gus Ipul dalam sebuah pernyataan tertulis yang disampaikan pada Jumat (9/9/2026).
Gus Ipul menambahkan bahwa pernyataan ini sangat penting untuk disampaikan secara berulang agar anggota Nahdliyin dan pengurus NU dapat memahami bahwa informasi yang beredar tidak memiliki dasar kebenaran yang kuat.
“Hal ini perlu saya sampaikan berulang kali agar masyarakat Nahdliyin serta pengurus Nahdlatul Ulama dapat memahami dengan baik bahwa isu-isu yang beredar hanyalah khayalan belaka,” jelasnya.
Menurut Gus Ipul, tuduhan yang bersifat serius tidak seharusnya disampaikan tanpa adanya bukti yang valid. Ia juga mengingatkan bahwa setiap pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bisa berakibat pada konsekuensi hukum.
“Tuduhan ini tanpa bukti yang jelas. Berbohong memiliki konsekuensi hukum,” tegas Gus Ipul.
Selain membantah tuduhan mengenai aliran uang hasil korupsi, Gus Ipul juga menanggapi isu mengenai pelaksanaan muktamar yang dikatakan melibatkan praktik penyekapan atau penggunaan metode yang dianggap sebagai cara-cara komunis.
Gus Ipul memastikan bahwa seluruh proses muktamar berlangsung dengan baik dan menolak label negatif yang dilontarkan oleh sejumlah pihak.
“Perlu ditegaskan bahwa proses muktamar berjalan dengan lancar. Semua pihak tahu bahwa tidak ada praktik komunis yang terlibat, dan tidak ada penyekapan yang terjadi,” tambahnya dengan tegas.
Gus Ipul mengajak masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Oleh karena itu, jangan mudah percaya pada berita yang tidak jelas asal-usulnya,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Presiden Kazakhstan Memecat Menhan Setelah 14 Tentara Tewas dalam Latihan Militer
➡️ Baca Juga: Progres Sekolah Rakyat di Nganjuk Baru Capai 15 Persen, Menteri PU Ingatkan Pentingnya Program Prioritas Presiden




