Polri dan Ulama Bersinergi Memperkuat Keutuhan Bangsa untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Analis politik senior Boni Hargens mengapresiasi pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, seruan ini datang pada waktu yang sangat tepat dan mendesak, mengingat kondisi global yang semakin menantang.
Boni menekankan bahwa saat ini dunia dihadapkan pada berbagai tantangan yang kompleks.
Perang dan konflik geopolitik yang berlangsung di berbagai belahan dunia telah mengguncang rantai pasokan global, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi yang dampaknya dirasakan hingga ke tingkat rumah tangga, termasuk di Indonesia.
Di dalam negeri, berbagai kepentingan berkompetisi di arena politik, ekonomi, serta ruang digital, dan situasi ini tampak kurang terkendali.
“Dunia kini tengah menghadapi tantangan yang rumit, terutama akibat konflik yang berpengaruh pada rantai pasokan global. Di dalam negeri, kita menyaksikan beragam kepentingan yang saling berkompetisi. Oleh karena itu, seruan moral dari Kapolri ini bisa dianggap sebagai lonceng yang membangunkan seluruh elemen masyarakat dari sikap apatis, agar bersatu dalam merawat keutuhan bangsa di tengah keragaman identitas dan kepentingan,” ungkap Boni dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 27 September 2026.
Boni juga menyoroti pembelahan narasi yang semakin mengkhawatirkan di dunia digital.
Ia menjelaskan bahwa polarisasi opini, penyebaran informasi yang salah, dan persaingan kepentingan politik di jagat maya telah menciptakan fragmentasi sosial yang berpotensi merusak sendi-sendi keutuhan bangsa.
Dalam konteks ini, kehadiran para ulama menjadi sangat penting sebagai kekuatan moral yang mendukung tugas aparat keamanan.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan para ulama sebagai tokoh moral merupakan pilar fundamental dalam memastikan kesalehan sosial di ruang publik di Indonesia.
“Kesalehan sosial bukan hanya sekadar soal ibadah individu, namun juga merupakan manifestasi dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas yang harus hidup dalam interaksi sosial sehari-hari,” jelas Boni.
Ketika kesalehan sosial berkembang dengan baik di masyarakat, ia melanjutkan, tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjadi lebih ringan, karena masyarakat sendiri telah memiliki dasar moral yang kuat untuk menolak provokasi, menghindari konflik, dan memilih jalan damai dalam menyelesaikan perbedaan.
Boni menambahkan bahwa kolaborasi antara Polri dan ulama, seperti yang ditunjukkan dalam acara “Ngaji Kebangsaan” di Rembang, adalah model ideal yang perlu diperkuat dan direplikasi di seluruh nusantara.
➡️ Baca Juga: Sensor kamera 200MP itu gimmick apa beneran worth it cek fakta lengkapnya dulu
➡️ Baca Juga: Inter Milan vs Atalanta: Alessandro Bastoni Absen, Carlos Augusto Siap Perkuat Lini Belakang




