pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Pria 60 Tahun Ditemukan Tewas di Gerobak, Kejadian Mengejutkan di Kalimantan Utara

Seorang pria berusia 60 tahun berinisial S ditemukan tidak bernyawa di dalam gerobak jualan yang terletak di kawasan Pujasera, Jalan Jenderal Sudirman, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Senin pagi, 14 September 2026. Penemuan ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai penyebab kematian korban.

Setelah penemuan jasad tersebut, laporan segera disampaikan kepada pihak kepolisian. Tim dari Polresta Bulungan pun langsung datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi yang berada di sekitar tempat kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bulungan, Ajun Komisaris Polisi Rio Adi Pratama, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan situasi yang terjadi di lokasi kejadian dengan menekankan pentingnya penyelidikan lebih lanjut.

“Telah terjadi penemuan jasad di dalam sebuah gerobak jualan di Pujasera, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor,” ungkapnya.

Dari informasi yang diperoleh, pria tersebut lahir di Malang, Jawa Timur, pada 6 Juli 1966. Data kepolisian mencatat bahwa S merupakan seorang wiraswasta dan tinggal di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Kelurahan Tanjung Selor Hulu.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang wanita berinisial M, yang merupakan tetangga terdekatnya. Saat itu, M hendak berangkat bekerja ke sebuah warung makan pada sekitar pukul 08.30 WITA dan mendapati S terbaring tidak bernyawa di dalam gerobak yang berlokasi dekat tempat kerjanya.

Setelah melihat kondisi S, M segera memberitahukan penemuan tersebut kepada warga sekitar. Berita tersebut dengan cepat menyebar dan akhirnya sampai ke telinga pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Dalam penyelidikan awal, petugas kepolisian juga mendapatkan informasi terkait kondisi kesehatan korban sebelum ditemukan meninggal. Menurut keterangan saksi, S diketahui memiliki riwayat batuk dan menderita sakit pada kakinya yang membuatnya sulit untuk berjalan. Selain itu, S juga diketahui tinggal seorang diri di dalam gerobak tersebut dan tidak memiliki kerabat dekat di Tanjung Selor.

Saksi M juga menyampaikan bahwa S pernah dicatat oleh Dinas Sosial dan ada rencana untuk memulangkannya ke kampung halamannya. Namun, S menolak dan memilih untuk tetap tinggal di gerobak jualannya.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pengecekan lebih lanjut di lokasi penemuan jasad. Mereka menemukan beberapa barang di sekitar S, termasuk kemeja hitam, sarung bermotif kotak-kotak, dompet, sandal selop, gelas minuman, dan sisa makanan yang dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai kehidupan sehari-hari korban.

Kasus penemuan pria 60 tahun tewas ini masih dalam penyelidikan, dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap penyebab pasti kematian S. Kematian mendadak ini tentunya menjadi perhatian bagi masyarakat setempat dan menimbulkan rasa keprihatinan terhadap nasib para lansia yang hidup sendiri di tengah masyarakat. Berbagai langkah preventif dipandang perlu untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

➡️ Baca Juga: Industri Halal Nasional Tumbuh 8% di Kuartal Pertama 2025

➡️ Baca Juga: Kedubes Iran Tegaskan Serangan ke Pangkalan AS Tidak Cerminkan Permusuhan dengan Negara Teluk

Related Articles

Back to top button