Mobil China Menguasai 20% Pasar Otomotif Indonesia, Apa Penyebabnya?

Kehadiran merek-merek mobil asal China di pasar otomotif Indonesia semakin menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya industri otomotif nasional didominasi oleh beberapa pemain lama, kini pabrikan dari China mulai mengambil alih pangsa pasar yang cukup besar.
Menurut data penjualan retail terbaru yang dirilis oleh Gaikindo, merek-merek asal China berhasil mencatat penjualan sebanyak 51.255 unit sepanjang tahun 2024. Angka ini setara dengan sekitar 5,8 persen dari total penjualan mobil di Indonesia yang mencapai 889.680 unit pada tahun yang sama.
Dalam statistik tersebut, Wuling menempati posisi teratas dengan penjualan 25.067 unit, diikuti oleh BYD dengan 13.964 unit dan Chery yang mencapai 8.626 unit. Selain itu, merek-merek lain seperti DFSK, Aion, GWM, Neta, BAIC, dan Seres juga turut berkontribusi dalam perhitungan pasar mobil China di tanah air.
Memasuki tahun 2025, penjualan gabungan dari merek-merek ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Data retail sales Gaikindo mencatat bahwa total penjualan mencapai 108.744 unit, yang berkontribusi sekitar 13 persen dari total pasar nasional yang mencapai 833.692 unit.
Perubahan dalam komposisi penjualan juga terlihat jelas di tahun tersebut. BYD tercatat menjual 44.342 unit, sementara Wuling dan Chery masing-masing berkontribusi dengan 20.607 unit dan 19.485 unit. Selain itu, Denza dan Aion masing-masing mencatat penjualan 7.324 unit dan 6.940 unit sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan yang stabil ini terus berlanjut hingga tahun 2026. Berdasarkan data terbaru dari Gaikindo hingga bulan Juli, penjualan retail gabungan merek-merek asal China mencapai sekitar 88.942 unit dari total pasar yang berjumlah 511.514 unit, yang berarti sekitar 17,4 persen.
Dengan demikian, dalam kurun waktu satu setengah tahun, porsi merek-merek asal China di pasar otomotif Indonesia meningkat dari 5,8 persen pada tahun 2024 menjadi 13 persen pada tahun 2025, dan mendekati 20 persen pada periode Januari-Juli 2026. Perhitungan ini berdasarkan kategori merek yang dianggap sebagai brand China, tanpa memasukkan MG yang memiliki sejarah merek Inggris, meskipun berada di bawah kepemilikan SAIC Motor China.
Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang belum sepenuhnya pulih ke level penjualan tahun 2024. Total penjualan retail dari Januari hingga Juli 2026 mencapai 511.514 unit, mengalami peningkatan sebesar 12,3 persen dibandingkan dengan 455.667 unit pada periode yang sama di tahun 2025.
Dari segi jumlah pemain di industri, persaingan semakin ketat. Selain merek-merek yang sudah dikenal seperti Wuling, Chery, dan BYD, kini pasar juga dihuni oleh Denza, Jaecoo, Geely, Xpeng, Jetour, GWM, dan berbagai merek lainnya yang mulai menunjukkan eksistensinya dengan mencatat penjualan di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Ivan Gunawan Bantu Pinkan Mambo dengan Uang Susu Anak hingga Rp15 Juta
➡️ Baca Juga: Merayakan Hari Raya: Tradisi yang Menyatukan




