MBG Dinyatakan Meringankan Beban Ekonomi Keluarga Anak Penerima Manfaat secara Efektif

Jakarta – Sebuah kajian yang dilakukan oleh Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) dan Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) mengungkapkan bahwa program MBG memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa serta masyarakat luas.
Peneliti dari RISED, M. Fajar Rakhmadi, menjelaskan bahwa program MBG telah berkontribusi terhadap pengeluaran rumah tangga dan kondisi anak-anak yang menjadi penerima manfaat. Hasil survei menunjukkan bahwa 81 persen orang tua dari keluarga yang rentan menunjukkan dukungan mereka terhadap keberlanjutan program ini.
“Menariknya, dukungan ini tidak hanya berkaitan dengan penghematan finansial, tetapi juga menciptakan rasa aman serta jaminan bahwa anak-anak mereka mendapatkan akses terhadap makanan bergizi selama berada di sekolah,” ungkap Fajar dalam keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.
Penelitian yang dilakukan oleh RISED juga mencatat adanya perubahan positif dalam pola makan anak-anak. Sebanyak 72 persen orang tua melaporkan bahwa anak mereka kini lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, sementara 55 persen lainnya menyatakan bahwa anak-anak mereka lebih terbuka terhadap variasi jenis makanan.
“Program MBG lebih dari sekadar memberikan asupan yang cukup. Ternyata, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan semangat belajar para siswa,” tambahnya.
Temuan serupa juga diperoleh dari riset LabSosio UI. Dr. Hari Nugroho, MA, selaku Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, menyampaikan bahwa salah satu hasil paling positif dari penelitian ini adalah penerimaan masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang sangat baik terhadap program ini.
“Mayoritas orang tua siswa yang kami temui memberikan penilaian yang sangat positif mengenai program ini,” jelas Hari.
Menurut data riset tersebut, keberadaan MBG dinilai sangat efektif dalam meringankan beban ekonomi keluarga serta mengurangi pengeluaran untuk uang jajan anak.
Bagi para orang tua yang memiliki kesibukan kerja di pagi hari, program ini memberikan solusi praktis untuk memastikan anak-anak mereka tidak mengalami kelaparan dan tetap mendapatkan makanan bergizi di sekolah.
Sebanyak 48,5 persen siswa mengaku jarang atau bahkan tidak pernah sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Dengan demikian, 85,8 persen dari mereka selalu menghabiskan makanan yang disajikan melalui program MBG.
Secara keseluruhan, program MBG telah menciptakan landasan yang kuat dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak di Indonesia. Dengan adanya perbaikan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, program ini siap menjadi penggerak utama dalam membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.
➡️ Baca Juga: Pentingnya Kolaborasi dalam Membangun Komunitas yang Kuat
➡️ Baca Juga: Festival Olahraga Tradisional di Bali, Memperkuat Identitas Budaya



