Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
berita

Iran Siapkan Tindakan Tegas Hadang Ekspor Minyak dari Timur Tengah ke AS dan Israel

Iran telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya selama konflik yang sedang berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ali Mohammad Naini, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Naini menegaskan, “Di tengah serangan yang terus menerus dari AS dan rezim Zionis terhadap rakyat Iran serta infrastruktur sipil kami, angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan setetes pun minyak diekspor dari kawasan ini kepada pihak-pihak yang bermusuhan dan sekutunya hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.” Pernyataan tersebut dikutip dari kantor berita Tasnim pada 11 Maret 2026.

Lebih lanjut, Naini menyatakan bahwa setiap usaha dari lawan untuk mengendalikan dan menekan harga minyak serta gas hanya akan bersifat sementara dan tidak akan membuahkan hasil.

Dia menegaskan bahwa Teheran saat ini berada dalam posisi untuk mengendalikan perkembangan konflik yang terjadi.

Menurutnya, Iran juga akan menentukan waktu kapan konflik tersebut akan berakhir.

Naini membantah klaim beberapa pejabat pemerintah AS yang menyatakan bahwa kemampuan Iran dalam meluncurkan rudal telah menurun.

Sebaliknya, dia menegaskan bahwa Iran justru akan meningkatkan kekuatan serangan rudalnya.

Dari sekarang, Iran berencana untuk meluncurkan rudal yang lebih canggih dengan hulu ledak seberat minimal satu ton.

Pernyataan tegas ini muncul setelah serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas serta menimbulkan korban di kalangan sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balik ke wilayah Israel serta terhadap fasilitas militer AS yang berada di Timur Tengah.

Washington dan Tel Aviv awalnya menegaskan bahwa serangan yang mereka sebut sebagai langkah “pencegahan” dibutuhkan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara juga menyatakan keinginan mereka untuk melihat adanya perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan syahid pada hari pertama operasi militer tersebut.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan periode berkabung nasional selama 40 hari sebagai tanda duka.

➡️ Baca Juga: Australia Jamin Ketersediaan Stok BBM Hingga Mei 2024 dengan Aman dan Terencana

➡️ Baca Juga: Aplikasi Telemedicine: Solusi Praktis untuk Konsultasi Dokter Online yang Cepat dan Efisien

Related Articles

Back to top button