Gerhana Bulan Total 3 Maret 2023: Masyarakat Indonesia Harus Catat Waktunya

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa puncak dari Gerhana Bulan Total (GBT) yang dapat disaksikan di Indonesia akan berlangsung pada Selasa, 3 Maret, sore hari sesuai dengan waktu setempat di masing-masing wilayah.
Fachri Radjab, Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan, gerhana akan dimulai pada pukul 18.03.56 WIB dan mencapai fase puncaknya pada pukul 18.33.39 WIB. Waktu puncak ini berbeda-beda di setiap wilayah, yakni 19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT untuk wilayah yang berbeda.
“Masyarakat di seluruh Indonesia berkesempatan untuk menyaksikan fenomena astronomi yang menarik ini secara langsung. Tentu saja, hal tersebut bergantung pada kondisi cuaca yang cerah dan tidak terhalang oleh awan tebal,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk wilayah Indonesia bagian timur, visibilitas lebih baik karena mereka bisa melihat fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sementara untuk wilayah barat, Bulan akan muncul ketika gerhana telah memasuki fase totalitas atau mendekati puncaknya.
Gerhana ini akan sepenuhnya berakhir pada pukul 21.24 WIB, atau sekitar tengah malam waktu Indonesia timur, ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.
BMKG mencatat bahwa secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase awal hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik.
Durasi fase parsialitas akan berlangsung sekitar 3 jam 27 menit 47 detik, sedangkan fase totalitas, saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Pada saat puncak fenomena gerhana, Bulan diperkirakan akan terlihat berwarna merah. Warna ini muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya berwarna merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.
BMKG juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026, diperkirakan akan terjadi empat kali gerhana, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan yang jauh dari polusi cahaya dan untuk memantau informasi cuaca terbaru melalui saluran resmi yang mereka miliki.
➡️ Baca Juga: Ali Imran Ayat 35–37: Tafsir dan Penjelasan Lengkap
➡️ Baca Juga: Kesiapan Masyarakat untuk Menghadapi Bencana Alam: Edukasi dan Mitigasi


