Final Piala Liga Inggris 2026: Mikel Arteta dan Pep Guardiola Bertemu Kembali di Wembley

Stadion Wembley akan menjadi panggung bagi duel seru antara Arsenal dan Manchester City dalam final Piala Liga Inggris 2025/2026 yang akan berlangsung pada Minggu, 22 Maret 2026. Meski peluit belum dibunyikan, ketegangan sudah mulai terasa, terutama setelah Mikel Arteta, pelatih Arsenal, secara terbuka mengungkapkan perubahaan dalam hubungannya dengan Pep Guardiola, mentor sekaligus rivalnya.
Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di situs resmi klub, Arteta mengemukakan bahwa kedekatan yang pernah mereka miliki saat masih bekerja bersama di Manchester City kini telah berubah.
Perubahan Dinamika Hubungan
Arteta menghabiskan tiga tahun sebagai asisten Guardiola di City, periode di mana keduanya berhasil meraih dua gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan dua Piala Liga. Namun, keputusan Arteta untuk melatih Arsenal telah menciptakan jarak fisik dan profesional yang signifikan antara mereka.
“Hubungan kami kini berbeda. Dia berada di Manchester, sementara saya di London. Kami mengelola dua klub yang berbeda,” ungkap Arteta pada Sabtu (21/3). Ia juga menambahkan bahwa mereka hampir tidak lagi memiliki waktu untuk berkumpul seperti sahabat sejati seperti di masa lalu.
Tetap Menaruh Hormat yang Tinggi
Walaupun hubungan pribadi mereka mulai merenggang akibat persaingan di lapangan, Arteta menegaskan bahwa rasa hormat dan kekagumannya terhadap Guardiola tetap tidak berubah. Ia menganggap Pep sebagai sumber inspirasi terbesarnya dalam karir kepelatihannya.
“Apa yang saya rasakan terhadapnya dan perjalanan kami sebelumnya akan selalu sama. Inspirasi yang dia berikan sepanjang perjalanan saya tidak akan pernah pudar,” kata Arteta dengan penuh emosi.
Misi Memutus Puasa Gelar Arsenal
Bagi Arteta, laga final ini bukan hanya tentang membuktikan siapa pelatih yang lebih baik, melainkan misi besar untuk klubnya. Arsenal kini berusaha meraih trofi Piala Liga Inggris ketiga dalam sejarah klub, setelah terakhir kali mereka meraihnya pada musim 1992/1993, lebih dari tiga dekade yang lalu.
Di sisi lain, Manchester City hadir dengan status sebagai penguasa turnamen ini dengan delapan gelar juara di tangan mereka. Ambisi City untuk menambah trofi kesembilan menjadi tantangan besar bagi tim Gunners.
“Bagi saya, yang terpenting adalah memenangkan trofi. Itu saja,” tegas Arteta, menegaskan fokusnya untuk membawa kemenangan bagi para pendukung di Emirates Stadium.
➡️ Baca Juga: Mengatasi Stunting di Anak-Anak Indonesia
➡️ Baca Juga: Strategi Pengadaan Barang untuk Memastikan Kelancaran Produksi di Industri Skala Besar




