depo 10k depo 10k
berita

Negara-Negara yang Rayakan Idul Fitri 1447 H Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026

Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tidak terjadi secara bersamaan di seluruh penjuru dunia. Pada tahun ini, sejumlah negara telah merayakan Lebaran lebih awal, tepatnya pada Kamis, 19 Maret 2026. Sementara itu, mayoritas negara lainnya akan merayakannya pada hari berikutnya atau bahkan lusa, tergantung pada hasil pengamatan hilal yang dilakukan di masing-masing daerah.

Perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah adalah hal yang biasa. Metode perhitungan, lokasi geografis, serta hasil rukyatul hilal berkontribusi pada keputusan yang berbeda-beda di setiap negara dalam menetapkan 1 Syawal.

Beberapa negara telah merayakan Idul Fitri lebih awal, di antaranya adalah Afghanistan, Niger, dan Mali.

Ketiga negara ini memutuskan awal Syawal lebih cepat dibandingkan negara-negara lainnya, berdasarkan metode penentuan hilal yang mereka terapkan.

Sebagian besar negara lain, termasuk negara-negara di Timur Tengah, menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Di antara yang pertama mengumumkan hal ini adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait.

Negara-negara seperti Turki, Maladewa, Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak juga mengikuti penetapan tersebut.

Di luar kawasan Timur Tengah, Australia dan beberapa negara Afrika seperti Sudan, Somalia, Nigeria, Senegal, dan Kamerun juga merayakan Lebaran pada hari Jumat.

Namun, tidak semua negara mengikuti dua tanggal tersebut. Singapura, misalnya, telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil karena hilal diperkirakan tidak akan terlihat pada hari sebelumnya.

Sementara itu, beberapa negara masih menunggu hasil pengamatan hilal sebelum menetapkan Idul Fitri. Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei masih mengadakan sidang isbat untuk menentukan tanggal tersebut.

Proses yang sama juga dilakukan oleh India, Pakistan, Mesir, dan Maroko.

Perbedaan waktu dalam merayakan Idul Fitri dipengaruhi oleh metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, baik melalui rukyat (pengamatan langsung) maupun hisab (perhitungan astronomi). Selain itu, kondisi geografis juga berpengaruh terhadap kemungkinan terlihatnya hilal.

➡️ Baca Juga: Jelajahi Tempat Makan Hidden Gem di Florida

➡️ Baca Juga: Memaksimalkan Penghasilan Online Melalui Layanan SEO On Page untuk Website Pemula

Related Articles

Back to top button