happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Pertumbuhan Ekonomi RI Terjaga Baik Menurut BI di Tengah Tantangan Global

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang baik dan stabil.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung di Jakarta pada 23 September 2026, beliau menekankan pentingnya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memaksimalkan berbagai sumber daya yang ada.

Destry menambahkan bahwa indikator terkini menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih tetap terjaga dengan baik. Hal ini didorong oleh berbagai stimulus fiskal yang diberikan pemerintah, serta meningkatnya keyakinan dan ekspektasi masyarakat mengenai pendapatan mereka.

Investasi juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, terutama berkat dukungan dari investasi pemerintah. Namun, peran investasi swasta masih diharapkan untuk terus meningkat agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar.

Dari sisi eksternal, Destry mencatat bahwa kinerja ekspor non-migas mengalami peningkatan, seiring dengan meningkatnya permintaan dari beberapa negara. Meskipun demikian, upaya untuk memaksimalkan dampak peningkatan harga komoditas ekspor perlu terus diperkuat.

Melihat ke depan, dia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap baik. Hal ini didukung oleh implementasi berbagai program stimulus dari pemerintah, meningkatnya keyakinan pelaku ekonomi, dan optimalisasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang ada.

Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang selaras dengan kebijakan pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Gubernur BI juga mengungkapkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

Sebagai bagian dari RDG Bulanan yang diadakan pada 22 dan 23 September 2026, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen.

Selain itu, suku bunga untuk fasilitas deposito tetap pada 4,75 persen, sementara suku bunga untuk fasilitas pinjaman tetap di 6,5 persen.

Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih kuat, serta untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi satu persen pada tahun 2026 dan 2027, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Pemulihan Wilayah Permukiman Warga Aceh Melalui Pembersihan Lumpur oleh PU

➡️ Baca Juga: Indonesia Kuasai Klasemen Grup B Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Australia

Related Articles

Back to top button