Basarnas Tambah 40 Tenaga Medis untuk Perkuat Layanan Kesehatan Korban Gempa NTT

Direktur Operasi Basarnas, Bramantyo, menegaskan bahwa lembaganya terus melakukan upaya penyisiran sambil memperkuat layanan kesehatan di beberapa lokasi di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami dampak signifikan akibat gempa bumi, termasuk di daerah Lamba Leda yang sulit dijangkau.
Sebanyak 40 tenaga medis dari Kodam IX/Udayana, bersama sejumlah relawan, telah dikerahkan dari Kupang menuju Reo, Kabupaten Manggarai menggunakan pesawat milik Basarnas untuk memberikan bantuan.
Selain itu, Basarnas juga memanfaatkan helikopter sebagai bagian dari upaya mendukung pelayanan kesehatan di Lamba Leda. Bramantyo menjelaskan bahwa dalam dua penerbangan yang dilakukan, tim tersebut tidak hanya menggeser tenaga kesehatan, tetapi juga mengevakuasi delapan warga menuju Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Dalam telekonferensi pers yang berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, Bramantyo menjelaskan bahwa evakuasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa warga yang membutuhkan perawatan segera dapat terpenuhi.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa aktivitas gempa susulan masih menunjukkan kondisi yang tidak stabil dan fluktuatif.
Berton mencatat hingga Selasa, 18 Agustus 2026, telah terjadi 24 gempa susulan, di mana tujuh di antaranya dirasakan oleh masyarakat sekitar.
“Aktivitas gempa masih dalam keadaan fluktuatif, dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan, kondisi ini akan mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ungkap Berton.
Dengan tidak adanya laporan mengenai korban yang masih dalam pencarian, operasi Basarnas selanjutnya akan difokuskan pada penyisiran wilayah terdampak dan penguatan dukungan kemanusiaan, khususnya dalam layanan kesehatan.
Sebelumnya, Bramantyo juga melaporkan bahwa hingga hari ketiga setelah bencana, pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 23.30, total korban yang terdampak akibat gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat mencapai 202 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 132 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang luka ringan, kata Bramantyo.
Dia juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas korban-korban yang kehilangan nyawa dalam bencana ini.
“Kami menyampaikan bela sungkawa yang tulus atas musibah gempa bumi yang dialami oleh saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengurangi Lemak Tubuh Sambil Mempertahankan Massa Otot yang Kuat
➡️ Baca Juga: Wamensos Ungkap 24 Juta Rakyat Indonesia Hidup di Bawah Garis Kemiskinan, 3,17 Juta Miskin Ekstrem




