Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
religi

Apakah Tangisan Keluarga Menyiksa Jenazah? Simak Penjelasan Buya Yahya di Sini

Jakarta – Penjelasan Buya Yahya kembali menarik perhatian banyak orang, khususnya mengenai mitos yang beredar di masyarakat tentang larangan menangis saat ada anggota keluarga yang meninggal. Terdapat kepercayaan bahwa air mata yang jatuh ke jenazah dapat menyebabkan almarhum mengalami siksaan. Namun, pandangan ini telah diklarifikasi oleh Buya Yahya.

Di berbagai wilayah, anggapan ini masih sering terdengar. Banyak individu yang memilih untuk menahan tangis ketika berada di dekat jenazah karena takut akan memberikan efek buruk pada jiwa yang telah pergi. Namun, menurut penuturan Buya Yahya, keyakinan ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran agama.

Dalam sebuah ceramah, Buya Yahya mempertanyakan asal-usul pemahaman tersebut yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

“Jangan menangis, nanti jika air matamu menetes ke mayat, mayatnya akan disiksa. Dari mana asal ilmu itu?” ungkap Buya Yahya yang dikutip dari Al Bahjah TV pada Minggu, 29 Maret 2026.

Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa menangis adalah reaksi yang wajar dan manusiawi. Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW pun pernah menunjukkan kesedihan dengan menangis ketika kehilangan sosok yang dicintainya.

“Biarkan orang menangis, Nabi juga menangis. Air mata yang menetes ke bawah itu bukan hal yang harus dihindari,” tegasnya.

Buya Yahya juga menyoroti berbagai pemahaman yang keliru yang masih beredar di masyarakat, terutama di kalangan komunitas tertentu yang sangat mengedepankan tradisi tanpa memahami substansi ajarannya.

“Sering kali di desa-desa ada pemahaman yang aneh, seperti larangan untuk menangis karena takut air mata dapat menyiksa mayat. Itu tidak ada dasarnya,” tambahnya.

Namun, ada satu hal yang perlu dicermati. Ia mengingatkan bahwa yang tidak dianjurkan adalah jika seseorang sebelum meninggal justru mewasiatkan agar keluarganya menangis secara berlebihan setelah ia wafat.

“Yang tidak diperbolehkan adalah jika sebelum meninggal ada wasiat yang mengatakan, ‘Nak, jika aku mati nanti, tangisilah aku dengan sungguh-sungguh.’ Itu tidak boleh,” tegasnya lagi.

➡️ Baca Juga: Negara-Negara yang Rayakan Idul Fitri 1447 H Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026

➡️ Baca Juga: Traveloka Tawarkan Promo Menarik untuk Pemudik Last-Minute, Catat Tanggalnya Sekarang

Related Articles

Back to top button