Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bola

Radja Nainggolan Mengungkap Penghargaan Lebih Tinggi di Indonesia Dibanding Belgia

Mantan gelandang Tim Nasional Belgia, Radja Nainggolan, baru-baru ini menyampaikan rasa kekecewaannya karena hanya mendapatkan 30 penampilan bersama timnas sepanjang karier sepak bolanya.

Jumlah penampilan tersebut dianggap tidak mencerminkan perjalanan kariernya yang luar biasa di level klub, terutama saat dirinya menunjukkan performa terbaik bersama AS Roma dan Inter Milan.

Pemain yang memiliki darah Batak ini membagikan kisahnya dalam sebuah wawancara dengan media Belanda, Voetbal Primeur. Ia menjelaskan bahwa adanya konflik internal dengan pelatih Timnas Belgia pada saat itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kariernya di timnas tidak berjalan panjang.

“Pada tahun 2018, saya tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam Piala Dunia karena adanya masalah di bangku cadangan. Ini sangat mengesalkan. Saya berpikir, cukup sudah,” jelasnya.

Radja melanjutkan dengan menjelaskan bahwa konflik yang terjadi antara dirinya dan pelatih Timnas Belgia saat itu, Roberto Martinez, membuatnya kehilangan kesempatan untuk memperkuat timnas sejak dicoret dari skuad Piala Dunia 2018.

Dengan berakhirnya kariernya di timnas seperti itu, Radja bahkan bercanda seharusnya ia lebih awal memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.

“Saya mengalami masa yang sangat sulit pada waktu itu,” kata Radja dikutip dari Voetbal Primeur.

“Saya telah mengorbankan banyak hal dalam hidup saya untuk bisa bermain untuk timnas Belgia. Saya telah membuat pernyataan akhir-akhir ini. Seandainya saya tahu akan berakhir seperti ini, saya pasti akan memilih Indonesia lebih awal.”

Meskipun demikian, Radja tetap menegaskan kebanggaannya sebagai warga negara Belgia. “Saya bangga menjadi orang Belgia,” tambahnya.

Radja Nainggolan sendiri memiliki latar belakang Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Batak, sehingga ia sebenarnya memiliki peluang untuk membela Timnas Indonesia melalui jalur naturalisasi.

Pada musim 2024/2025, Radja bahkan sempat bermain di Indonesia bersama Bhayangkara FC selama sekitar enam bulan.

Selama waktunya di Indonesia, Radja mengaku sangat terkesan dengan sambutan dan penghargaan yang ia terima dari masyarakat setempat, bahkan ia merasa hal tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan yang ia dapatkan di Belgia.

“Saya bermain di Indonesia selama enam bulan. Penghormatan dan apresiasi yang saya terima dari orang-orang di sana benar-benar berbeda dibandingkan dengan di Belgia,” tambahnya.

➡️ Baca Juga: BYD Mulai Terima Pemesanan Denza D9 2026, MPV Listrik yang Ngecas Hanya 5 Menit

➡️ Baca Juga: MUI Tegaskan Prabowo Akan Mundur dari Board of Peace Jika Tidak Perjuangkan Palestina

Related Articles

Back to top button