Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

KPK Mengamankan 6 Barang Bukti dari Faizal Assegaf, Simak Daftarnya di Sini

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan penyitaan enam barang dari Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, sehubungan dengan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa barang-barang yang disita meliputi perangkat elektronik seperti monitor, kamera, dan beberapa alat lainnya. Penjelasan ini disampaikan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026.

Namun, Budi belum dapat memberikan estimasi nilai dari enam barang tersebut yang telah disita.

Di antara barang yang disita terdapat satu unit kamera Lumix S5IIX, serta beberapa perangkat lainnya seperti monitor dan tetikus dari Apple.

Budi juga menegaskan bahwa penyidik KPK memiliki alasan yang kuat untuk melakukan penyitaan terhadap barang-barang tersebut.

“Barang-barang yang disita oleh penyidik diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang ditangani, termasuk kemungkinan bahwa barang tersebut diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, penyitaan ini merupakan bagian dari proses pelacakan aset,” katanya.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Dalam operasi tersebut, KPK menangkap salah satu individu yang memiliki posisi penting, yaitu Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Selanjutnya, pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan bahwa enam dari total 17 orang yang ditangkap dalam OTT tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.

Di antara mereka terdapat Rizal (RZL), yang menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024 hingga Januari 2026, serta Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Sisprian Subiaksono (SIS), dan Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai, Orlando Hamonangan (ORL).

Selain itu, terdapat juga pemilik Blueray Cargo, John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Impor Blueray Cargo, Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo, Dedy Kurniawan (DK).

Pada 26 Februari 2026, KPK menambah daftar tersangka dengan mengumumkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka baru dalam kasus ini.

Kemudian, pada 27 Februari 2026, KPK menyatakan bahwa mereka sedang mendalami dugaan korupsi yang berkaitan dengan proses pengurusan cukai. Pendalaman ini dilakukan setelah penyitaan uang sebesar Rp5,19 miliar yang ditemukan dalam lima koper di sebuah rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, yang diduga berhubungan dengan kepabeanan dan cukai.

➡️ Baca Juga: Pembangunan Pabrik Mazda di Indonesia Berlanjut, Ditargetkan Selesai Tahun Ini

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengatasi Masalah Koneksi Internet Saat Mengerjakan Tugas Penting

Related Articles

Back to top button