Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Polisi Diserang Warga Saat Grebek Lokasi Penjualan Petasan di Pamekasan

Video berdurasi 1 menit 20 detik yang beredar di media sosial menunjukkan momen mendebarkan di mana sejumlah warga berusaha menghalangi petugas kepolisian saat mereka melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang diduga digunakan untuk merakit petasan.

Insiden tersebut terjadi di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, pada Sabtu sore, 21 Maret 2026.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat petugas berhasil mengamankan berbagai jenis petasan. Namun, warga setempat berupaya menghalangi mereka untuk membawa pemilik rumah. “Ambil saja barangnya, yang penting orangnya jangan dibawa,” ujar perekam video tersebut.

Meskipun petugas berhasil menyita sejumlah petasan rakitan yang memiliki hulu ledak cukup besar, tidak ada pelaku yang berhasil ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Kejadian tanpa penangkapan pelaku ini memicu berbagai komentar dari masyarakat. Seorang warga bernama Samsul menyatakan bahwa kawasan Proppo sudah lama menjadi lokasi “pesta petasan” yang dianggap sebagai tradisi tahunan, sehingga sulit dipercaya tidak ada pelaku yang diamankan saat barang bukti petasan berhasil disita.

“Saya sangat menghargai usaha petugas dalam mengamankan petasan rakitan ini, tetapi aneh rasanya jika tidak ada pelaku yang ditangkap. Ini sangat lucu,” jelasnya.

Samsul juga berharap agar kepolisian tidak hanya fokus pada sosialisasi, tetapi juga melakukan tindakan tegas dalam pemberantasan penjualan petasan secara masif dan tanpa pandang bulu.

“Selain menangkap pembuat petasan, petugas juga perlu memperhatikan penyediaan bahan-bahan seperti bubuk mesiu,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menjelaskan bahwa penggerebekan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat setempat.

“Setelah mendapatkan informasi, petugas menuju lokasi dan berhasil mengamankan sejumlah petasan rakitan dari seorang warga berinisial S (31),” ungkapnya.

Berbagai jenis petasan yang diamankan termasuk model perahu, mobil, dan bahkan model ponsel.

“Setelah mengamankan barang bukti berupa petasan aktif, kami segera mengevakuasi semua barang tersebut ke Polres Pamekasan untuk mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah melakukan penggerebekan di dua lokasi lain yang diduga sebagai tempat pembuatan petasan rakitan di wilayah Pamekasan dan berhasil mengamankan sekitar dua orang pelaku.

Laporan: Veros Afif/tvOne Pamekasan

➡️ Baca Juga: Pemerintah Sambut Cloud Region Microsoft: Bukti Indonesia Siap

➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Terima Kabar Buruk dari Italia, Kapten Tidak Dimainkan oleh Pelatih Baru

Related Articles

Back to top button