Prabowo-Gibran Umumkan Swasembada 8 Pangan dan Stok Beras Pemerintah Mencapai 4,6 Juta Ton

Jakarta – Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mencapai sejumlah kemajuan signifikan dalam sektor pangan mendekati dua tahun masa tugas mereka. Berdasarkan proyeksi neraca pangan yang dirilis untuk tahun 2026, Indonesia diperkirakan akan mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan, dengan total surplus produksi diperkirakan mencapai sekitar 4,69 juta ton.
Di sisi lain, pengadaan beras oleh Perum Bulog juga mencatatkan angka tertinggi dalam sejarah perusahaan tersebut. Hingga 11 Oktober 2026, pengadaan beras telah mencapai 4,13 juta ton, yang berarti berhasil melampaui target penugasan pemerintah sebesar 103,29 persen.
Informasi tersebut disampaikan dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Senin, 12 Oktober 2026. Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, memastikan ketersediaan pasokan, serta mengurangi ketergantungan pada produk pangan dari luar negeri.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), delapan komoditas yang diharapkan mencapai swasembada pada tahun 2026 meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Secara keseluruhan, produksi dari kedelapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton. Sementara itu, kebutuhan pangan nasional diperkirakan sekitar 68,22 juta ton, sehingga ada surplus yang mencapai sekitar 4,69 juta ton.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kemandirian pangan di Indonesia.
“Komoditas pangan kita telah berhasil mencapai swasembada pada delapan jenis, dan beras sudah sepenuhnya swasembada,” ujar Zulkifli Hasan di Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Produksi yang melebihi kebutuhan domestik ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan, memperkuat stabilitas pasokan, dan mengantisipasi fluktuasi harga. Berikut adalah rincian proyeksi produksi dan kebutuhan beberapa komoditas pangan pada tahun 2026.
Untuk komoditas jagung, produksi nasional diperkirakan mencapai 18 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri diprediksi sebesar 16,44 juta ton. Hal ini menunjukkan adanya surplus sekitar 1,56 juta ton.
Sedangkan untuk produksi gula konsumsi, proyeksi menunjukkan total produksi akan mencapai 3,04 juta ton, melebihi kebutuhan nasional yang sebesar 2,84 juta ton. Surplus dari komoditas ini diperkirakan mencapai sekitar 207 ribu ton.
Data neraca tersebut menunjukkan bahwa produksi kedua komoditas tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan domestik berdasarkan proyeksi yang digunakan oleh pemerintah.
➡️ Baca Juga: Australia Jamin Ketersediaan Stok BBM Hingga Mei 2024 dengan Aman dan Terencana
➡️ Baca Juga: Titik Berisiko Tinggi Saat Ganti Ban di Jalan yang Harus Diketahui Pengemudi




