Perawat RSHS Bandung Terlibat Kasus Bayi Tertukar: Dikenakan SP 1 dan Dipindah Tugas

Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), dr Rachim Dinata Marsidi, mengonfirmasi bahwa institusinya telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan seorang perawat dan memberikan Surat Peringatan (SP) 1. Tindakan ini diambil menyusul viralnya video di media sosial yang menunjukkan hampir terjadinya pertukaran bayi antara Ibu Nina Saleha dan pihak rumah sakit.
Rachmi menjelaskan, “Perawat tersebut telah dinonaktifkan dan dipindah ke unit yang tidak berinteraksi langsung dengan pasien, serta diberikan SP 1.” Penjelasan ini disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu, 12 April 2026.
Lebih lanjut, pihak RSHS Bandung menyatakan siap untuk menjalani evaluasi dan telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Kesehatan. Rachmi menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan masalah ini.
“Kami di RSHS bersedia untuk dievaluasi oleh Kemenkes dan telah melaporkan kejadian ini untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Dia juga menyampaikan bahwa rumah sakit akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan pembinaan kepada para perawat terkait kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) dalam penyerahan bayi kepada orang tua. Proses ini telah berlangsung dengan baik hingga saat ini.
Sebelumnya, manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung secara resmi meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh keluarga pasien, khususnya Ibu Nina Saleha. Permohonan maaf ini muncul sebagai respons cepat terhadap unggahan viral di platform TikTok yang terjadi pada 8 April 2026.
Dalam siaran persnya, RSHS mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami oleh keluarga pasien selama masa perawatan di rumah sakit.
Pihak manajemen menegaskan bahwa mereka tidak akan mengabaikan keluhan masyarakat. Tim dari RSUP Dr. Hasan Sadikin dilaporkan telah melakukan komunikasi aktif dan kunjungan langsung kepada Ibu Nina Saleha untuk mendengarkan keluhannya secara langsung.
“Tim kami telah berinteraksi langsung dengan Ibu Nina Saleha untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai masalah tersebut. Saat ini, persoalan ini telah diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan,” demikian pernyataan resmi dari manajemen RSHS.
Peristiwa ini menjadi momentum bagi RSHS untuk melakukan introspeksi dan evaluasi internal. Hal ini menunjukkan komitmen rumah sakit untuk terus menerapkan standar tinggi dalam pelayanan.
Manajemen bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, mengikuti regulasi dan prosedur operasional yang berlaku.
“RSHS berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan melakukan perbaikan berkelanjutan agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan kami tetap terjaga,” tutup pernyataan tersebut.
➡️ Baca Juga: Olahraga Ekstrem di Indonesia: Tantangan dan Adrenalin
➡️ Baca Juga: Negara-negara Afrika Menghadapi Krisis BBM Akibat Ketegangan di Timur Tengah




