Pemerintah Melakukan Operasi Salvage untuk Mengangkat Bangkai Kapal Virgo Transport 8

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin menginformasikan bahwa peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan operasi salvage atau pengangkatan bangkai Kapal Virgo Transport 8 yang terletak di dasar Laut Jawa telah tersedia di Singapura.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers terkait perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang memasuki hari ke-16 pasca kecelakaan KM Virgo Transport 8, yang berlangsung di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin, 28 September 2026.
Ia menjelaskan bahwa lembaga asuransi internasional, Protection and Indemnity (P&I), sebagai pihak yang bertanggung jawab bersama pemilik KM Virgo, telah menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. Selanjutnya, mereka akan menunjuk mitra pelaksana salvage, yang kemungkinan berasal dari luar negeri, sementara mitra lokal akan diambil dari PT Jasalindo.
Heri Purwanto menambahkan bahwa peralatan yang disiapkan terdiri dari crane barge, yaitu kapal kran apung, yang dilengkapi dengan main boom atau sistem lengan utama yang akan digunakan dalam proses evakuasi bangkai kapal.
Alat berat seperti crane barge dan main boom tersebut memiliki daya angkat yang tinggi, sehingga sangat cocok untuk menangani proses pengangkatan bangkai kapal dari dasar laut.
Dia juga menyatakan bahwa mitra lokal yang akan melaksanakan operasi salvage telah ditentukan, di mana PT Jasalindo dipilih karena mereka telah aktif terlibat sejak awal dan memberikan informasi mengenai kondisi kapal melalui teknologi remotely operated vehicle (ROV).
“Seingat saya, mitra lokalnya adalah PT Jasalindo. Perusahaan ini sudah terlibat dari awal dan telah menyediakan data dan foto kondisi kapal pertama kali menggunakan teknologi ROV,” jelasnya.
Setelah penunjukan mitra pelaksana salvage, mitra lokal akan melakukan mitigasi terhadap kondisi kapal sambil menunggu kedatangan peralatan dari Singapura yang akan mendukung proses pengangkatan bangkai kapal tersebut.
“Kita semua berharap bahwa semua peralatan salvage dapat tiba di lokasi operasi dalam waktu kurang dari satu minggu, sesuai dengan komitmen yang disampaikan oleh pemilik KM Virgo kepada pimpinan Kementerian Perhubungan,” tambah Heri Purwanto.
Hingga hari ke-16 dari operasi pencarian dan pertolongan, yang dilakukan pada Senin malam, Basarnas melaporkan bahwa sebanyak 179 orang telah ditemukan, yang terdiri dari 108 orang selamat dan 71 orang yang dipastikan meninggal dunia. Sementara itu, proses pencarian masih berlangsung untuk 64 korban dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8.
➡️ Baca Juga: Prabowo Dorong Transisi Energi dengan Target 100 Gigawatt Tenaga Surya dan Optimalisasi Geotermal
➡️ Baca Juga: Kegiatan Sosial di Panti Jompo, Meningkatkan Kepedulian




