Malaysia Umumkan Kenaikan Upah Minimum Pekerja Menjadi Rp8,7 Juta di Tengah Ekonomi Meroket

Jakarta – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah mengumumkan kenaikan upah minimum untuk pekerja di negaranya, dari 1.700 ringgit (setara Rp7.443.137) menjadi 2.000 ringgit (setara Rp8.756.632) per bulan. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Juni 2027 dan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada lebih dari empat juta pekerja di seluruh Malaysia. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Kuala Lumpur, Anwar menegaskan pentingnya sektor swasta untuk mematuhi regulasi baru ini demi kesejahteraan pekerja.
Namun, kenaikan ini tidak akan berlaku untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, kebijakan baru ini juga menetapkan bahwa pekerja yang memiliki keterampilan menengah dan lulusan perguruan tinggi akan mendapatkan upah minimum sebesar 2.500 ringgit (sekitar Rp10.945.790) per bulan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah Malaysia untuk meningkatkan taraf hidup pekerja di berbagai sektor.
Pemerintah Malaysia, melalui perusahaan investasi yang terhubung dengan pemerintah (Government-Linked Investment Companies/GLIC) dan perusahaan milik negara (Government-Linked Companies/GLC), juga berkomitmen untuk meningkatkan upah layak bagi karyawan mereka dari 3.100 ringgit (sekitar Rp13.572.779) menjadi 3.400 ringgit (sekitar Rp14.886.274) per bulan. Ini merupakan langkah signifikan untuk memastikan bahwa pekerja di sektor ini mendapatkan imbalan yang lebih baik.
Dalam konteks ini, Anwar Ibrahim mengimbau semua pemberi kerja di sektor swasta untuk mengikuti langkah ini dan memastikan bahwa pekerja mereka mendapatkan kompensasi yang lebih adil. Ia menekankan bahwa kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas bagi semua perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.
Di sisi lain, Anwar juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi penggunaan tenaga kerja asing yang tidak memiliki dokumen resmi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi pekerja lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik di Malaysia.
➡️ Baca Juga: Harga PS6 Diprediksi Lebih Terjangkau daripada PS5, Simak Informasinya di Sini
➡️ Baca Juga: Wapres JD Vance Kembali Pimpin Delegasi AS dalam Perundingan Jilid II dengan Iran




