uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Temuan Tulang Belulang di Cianjur, Polisi Perkirakan Usia 8-10 Tahun

Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Kecamatan Cibeber telah membusuk dan hanya tersisa tulang belulang. Jasad tersebut diperkirakan berjenis kelamin perempuan dengan usia antara 8 hingga 10 tahun.

Menurut AKP Bagus Panuntun, Kasatreskrim Polres Cianjur, hasil pemeriksaan luar tubuh menunjukkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Namun, petugas menemukan adanya jeratan tali di leher korban, yang masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan apakah itu berhubungan dengan penyebab kematian.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari tim medis di RSUD Sayang Cianjur. Proses autopsi tersebut dijadwalkan berlangsung dalam minggu ini dan akan membantu mengungkap penyebab kematian serta identitas korban.

“Saat ditemukan, jasad korban sudah dalam keadaan membusuk hingga sebagian besar tubuhnya hanya tersisa tulang belulang. Ia mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dan memiliki tinggi sekitar 94 sentimeter, dengan perkiraan usia antara 8 hingga 10 tahun,” ungkapnya di Cianjur pada Selasa (13/10/2026).

Hingga kini, pihak kepolisian belum menerima laporan mengenai kehilangan anggota keluarga yang sesuai dengan ciri-ciri korban. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, diimbau untuk mendatangi RSUD Sayang Cianjur guna membantu proses identifikasi.

“Silakan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk mengunjungi RSUD Cianjur, agar proses identifikasi dapat berjalan lebih mudah,” tambahnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor Cianjur tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi mayat yang ditemukan dalam kondisi telah menjadi tulang belulang di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber.

Polisi masih mendalami kasus ini dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian korban.

Pemeriksaan awal di RSUD Sayang Cianjur belum menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan tertentu, namun penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan penyebab kematian korban.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang merasa curiga dengan bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai hewan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, warga menemukan bahwa itu adalah jasad manusia dalam keadaan yang sangat membusuk.

➡️ Baca Juga: Lulusan LPDP Kembali dengan Gelar, Tantangan dan Kontribusi yang Harus Dihadapi

➡️ Baca Juga: Prabowo Mengapresiasi Kenaikan RoA Danantara yang Mencapai 300% dalam Setahun

Related Articles

Back to top button