Guruh Soekarnoputra Wafat, Mengenal Sosok Seniman Terkenal Putra Bung Karno

Jakarta – Keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tengah berduka. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu dari Soekarno dan Fatmawati, telah meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026.
Guruh menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa Guruh meninggal dunia pada pukul 04.16 WIB.
“Almarhum meninggal pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta,” ungkap Hasto dalam pernyataannya pada hari yang sama.
Hasto juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan maaf kepada Guruh serta mendoakan almarhum. Ia menekankan bahwa keluarga besar PDIP kehilangan sosok yang dikenang sebagai seniman dan budayawan.
Sebelum meninggal, kesehatan Guruh memang mengalami penurunan. Keponakannya, Didi Mahardika, mengungkapkan pada 24 September 2026 bahwa Guruh berada dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri.
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia adalah anak kelima dan juga putra bungsu dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.
Guruh tumbuh bersama empat saudaranya: Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri. Megawati kemudian menjabat sebagai Presiden kelima Republik Indonesia dari 2001 hingga 2004.
Meskipun berasal dari keluarga yang sangat berpengaruh di dunia politik Indonesia, ketertarikan Guruh sejak kecil lebih mengarah pada bidang seni.
Minat tersebut sudah terlihat ketika Guruh berusia sekitar lima tahun. Ia mulai mempelajari tari tradisional dari berbagai daerah, termasuk Jawa, Sunda, dan Bali. Selain itu, pada usia yang sama, ia juga belajar bermain piano dan mendirikan grup musik kecil bernama Band Bocah.
Perjalanan Guruh di Dunia Musik
Kecintaannya terhadap musik terus berkembang seiring bertambahnya usia. Pada tahun 1965, saat berusia 12 tahun, Guruh membentuk grup musik bernama The Beat-G. Lima tahun kemudian, ia kembali merintis grup baru yang dikenal dengan nama The Flower Poetman.
Salah satu momen penting dalam karier musiknya terjadi pada pertengahan 1970-an ketika Guruh berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama untuk merilis album bertajuk Guruh Gipsy.
Album tersebut melibatkan sejumlah nama besar seperti Keenan Nasution, Chrisye, Roni Harahap, Oding Nasution, dan Abadi Soesman. Guruh Gipsy dikenal karena kemampuannya memadukan elemen musik tradisional Nusantara, khususnya gamelan Bali, dengan aransemen musik Barat. Proses pembuatan album ini berlangsung dari tahun 1975 hingga 1976 dan resmi dirilis pada tahun 1977.
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Power Station Portable Terbaik untuk Camping dan Keperluan Darurat Mati Lampu
➡️ Baca Juga: Trump Mengumumkan Penarikan Tarif di Selat Hormuz untuk Meningkatkan Stabilitas Ekonomi AS




