Dokumenter ‘Skenario Sang Jenderal’ Mengungkap Kasus Ferdy Sambo dan Kematian Brigadir J

Kasus pembunuhan berencana yang melibatkan Nofriansyah Yosua Hutabarat, atau yang lebih dikenal dengan Brigadir J, kembali menjadi sorotan publik setelah diangkat ke dalam film dokumenter berjudul Skenario Sang Jenderal. Tayangan ini resmi dirilis di platform Netflix pada 18 September 2026, memberikan kesempatan kepada penonton untuk menyelami kembali kasus yang mengguncang Indonesia pada tahun 2022.
Dokumenter yang disutradarai oleh Rob Sixsmith ini mengungkap kisah tragis kematian Brigadir J yang melibatkan nama mantan Kepala Divisi Propam Polri, Ferdy Sambo. Insiden yang awalnya dilaporkan sebagai baku tembak di kediaman resmi Sambo tersebut kemudian terungkap sebagai kasus pembunuhan berencana, disertai dengan fakta-fakta yang menunjukkan adanya upaya untuk menyembunyikan kebenaran di balik kejadian tersebut.
Dengan memanfaatkan arsip berita, rekaman-video yang telah ada, serta wawancara dengan berbagai individu yang terlibat dalam kasus ini, Skenario Sang Jenderal menyajikan kembali perjalanan kompleks kasus tersebut. Selain menyoroti Ferdy Sambo, dokumenter ini juga menampilkan perjuangan keluarga korban yang berusaha mendapatkan kejelasan mengenai kematian Yosua.
Rob Sixsmith bukanlah nama baru dalam dunia dokumenter kriminal yang menarik perhatian masyarakat Indonesia. Sebelumnya, ia terlibat dalam produksi dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, yang mengeksplorasi kasus kematian Wayan Mirna Salihin.
Kali ini, Rob mengangkat kasus Ferdy Sambo yang telah menjadi sorotan publik secara luas. Kasus ini melibatkan sejumlah petugas kepolisian dan memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai proses penyelidikan dan penanganan perkara yang dilakukan.
Dokumenter ini membuka cerita dengan menampilkan berbagai arsip berita dari tahun 2022, saat berita kematian Brigadir J pertama kali mencuat. Suasana duka yang dirasakan oleh keluarga korban juga menjadi bagian penting dari tayangan ini, termasuk rekaman emosional dari Rosti Simanjuntak, ibu Yosua, yang mengekspresikan kesedihannya di depan peti jenazah putranya.
Skenario Sang Jenderal tidak hanya mengandalkan cuplikan berita lama untuk merangkai kembali peristiwa tragis ini. Film ini juga menyajikan wawancara dengan sejumlah narasumber yang memiliki keterkaitan langsung dengan kasus tersebut.
Rosti Simanjuntak menjadi salah satu tokoh kunci yang memberikan perspektif dari sisi keluarga korban. Kesaksiannya membantu penonton memahami dampak mendalam dari tragedi ini terhadap keluarga Yosua, yang sejak awal berjuang untuk mendapatkan kejelasan atas kematian putra mereka.
➡️ Baca Juga: Update Terbaru Minecraft Java Edition: Mob Kini Lebih Realistis dan Estetis Menarik Perhatian!
➡️ Baca Juga: Uan Juicy Luicy Kembali Viral, Ucapan Terkait Nama Cewek “Bungkusable” Menjadi Sorotan Netizen




