happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bola

Kevin Diks Minta Penghargaan untuk Perjuangan Timnas Indonesia Setelah 60 Menit Melawan 10 Pemain

Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menegaskan pentingnya penghargaan terhadap usaha keras rekan-rekannya, terutama saat bertanding melawan Malaysia meski hanya dengan 10 pemain.

Pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia berhasil menahan imbang Malaysia dengan skor 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 28 September 2026.

Hasil tersebut sangat memberatkan skuad Garuda, mengingat mereka harus bertanding dengan satu pemain kurang sejak menit ke-37. Kartu merah yang diterima Thom Haye setelah wasit meninjau insiden melalui VAR menjadi penyebab utama.

Setelah menerima kartu merah, Indonesia terpaksa mengubah strategi dan lebih banyak bertahan dalam usaha menjaga gawang tetap aman. Meskipun Malaysia unggul dalam jumlah pemain, mereka tidak mampu memanfaatkan keunggulan tersebut hingga akhir pertandingan. Namun, reaksi dari sebagian suporter setelah pertandingan justru memicu pernyataan Diks.

Beberapa penonton terlihat meneriakkan nama Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia, saat pertandingan berakhir.

Diks merasa bahwa reaksi tersebut tidaklah tepat, mengingat para pemain dan pelatih telah berjuang dalam situasi yang sangat sulit.

“Saya rasa reaksi ini tidak adil. Ini bisa berdampak buruk bagi para pemain serta pelatih,” ungkap Diks dalam keterangan resmi yang dirilis oleh PSSI.

Bek dari Borussia Moenchengladbach tersebut juga meminta agar kartu merah yang diterima Thom Haye tidak dijadikan alasan untuk menyalahkan gelandang Timnas Indonesia tersebut.

Menurut Diks, insiden seperti ini merupakan bagian dari dinamika pertandingan dan bukan merupakan tindakan yang disengaja oleh Haye.

“Thom tidak melakukannya dengan sengaja. Insiden seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk saya,” jelas Diks.

Bermain dengan 10 orang selama hampir satu jam membuat tim Indonesia harus mengerahkan usaha ekstra. Diks mengungkapkan rasa bangganya melihat rekan-rekannya mampu menjaga skor hingga peluit panjang dibunyikan.

“Saya sangat bangga kepada para pemain yang berjuang meski dalam kondisi 10 orang. Berjuang dalam situasi seperti ini memang sangat sulit, tetapi kami tetap merasa bangga,” tuturnya.

Hasil imbang ini membuat Indonesia tetap berada di posisi kedua Grup A dengan koleksi empat poin, serupa dengan Malaysia yang kini menduduki puncak klasemen.

Peluang Indonesia untuk melaju ke final masih terbuka lebar. Syaratnya, skuad Garuda harus meraih kemenangan melawan Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A yang dijadwalkan pada 1 Oktober 2026, dengan selisih gol yang cukup besar, sambil menunggu hasil dari laga Malaysia kontra Singapura.

➡️ Baca Juga: Peran Pemuda dalam Membangun Bangsa: Suara yang Harus Didengar

➡️ Baca Juga: Hukum Walimatus Safar Sebelum Ibadah Haji: Menyikapi Antara Sunnah dan Tradisi

Related Articles

Back to top button