happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Netanyahu Menanggapi Aksi Walk Out Saat Pidato di PBB: Pengecut Moral Harus Bertindak Sekarang

Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out di aula Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada hari Kamis waktu setempat, tepat saat pemimpin rezim Israel, Benjamin Netanyahu, bersiap untuk memberikan pidato.

Dalam rekaman yang dikirim oleh Perutusan Tetap RI di New York dan diterima di Jakarta pada Jumat pagi, terlihat para diplomat Indonesia dengan cepat meninggalkan tempat duduk mereka saat Netanyahu dipanggil untuk naik ke podium dan menyampaikan pernyataan resmi.

Tak hanya Indonesia, diplomat dari berbagai negara lainnya juga ikut serta dalam aksi walk out tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemimpin rezim zionis Israel itu.

Kondisi di aula Majelis Umum PBB menjadi hiruk-pikuk ketika para delegasi bergerak meninggalkan kursi mereka dan keluar dari ruangan. Kejadian ini membuat ketua sidang berusaha menenangkan situasi dengan mengetuk palu untuk meminta agar peserta menjaga ketertiban.

Antrean yang panjang terbentuk karena banyaknya delegasi yang memilih untuk melakukan walk out, menciptakan suasana yang semakin memanas di dalam aula.

Menanggapi tindakan walk out tersebut, Netanyahu justru melemparkan sindiran kepada para delegasi yang masih berada di dalam ruangan, meminta mereka untuk meninggalkan aula sebelum ia memulai pidatonya.

“Sebelum saya mulai, jika ada di antara kalian yang memiliki pengecut moral dan belum pergi, silakan lakukan sekarang,” kata Netanyahu dengan nada mengejek, sebagaimana disampaikan melalui UN Web TV.

Menurut laporan dari Jerusalem Post yang dikutip oleh Sputnik, Netanyahu hanya akan berada di Amerika Serikat selama enam jam untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Selama kunjungannya, dia tidak akan mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Kehadiran Netanyahu dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini terjadi di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap tindakan agresif rezim Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina, serta pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan.

Apalagi, surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu pada tahun 2024 masih tetap berlaku, menambah kompleksitas situasi yang dihadapinya.

➡️ Baca Juga: Menyesuaikan Diet dengan Aktivitas Harian Secara Aman dan Efektif untuk Kesehatan Optimal

➡️ Baca Juga: Strategi Membangun Industri Sepak Bola Profesional yang Berkelanjutan di Indonesia

Related Articles

Back to top button