happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
bola

Pelatih Thailand Cemas Menghadapi Kekuatan Timnas Indonesia, Bukan Ole Romeny atau Mitchell Baker

Jakarta – Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, tidak menganggap Ole Romeny maupun Mitchell Baker sebagai ancaman yang paling signifikan menjelang pertandingan final melawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Hudson, yang berasal dari Inggris, lebih menekankan pada kekuatan kolektif, daya fisik, serta semangat juang yang dimiliki oleh skuad Garuda.

Pertandingan puncak antara Timnas Indonesia dan Thailand dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada hari Senin, 5 Oktober 2026, mulai pukul 20.00 WIB.

Timnas Indonesia berhasil lolos ke final dengan status sebagai juara Grup A, sementara Thailand menempati posisi teratas di Grup B.

Nama Mitchell Baker menjadi perhatian publik setelah penampilannya yang mengesankan saat Indonesia melibas Bangladesh dengan skor 9-2.

Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak lima gol dan menjadi pahlawan utama dalam kemenangan spektakuler Garuda yang membawa mereka ke final.

Selain itu, Ole Romeny juga dipandang sebagai salah satu pemain yang dapat mengancam pertahanan Thailand, setelah menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang fase grup.

Namun, Hudson menekankan bahwa ia tidak ingin persiapan timnya hanya terfokus untuk menghentikan satu atau dua pemain kunci dari Indonesia.

“Saya tidak ingin hanya fokus pada satu pemain tertentu dari Indonesia. Saya percaya Indonesia adalah tim yang kuat, dengan banyak pemain naturalisasi yang memiliki postur tubuh tinggi dan kekuatan fisik yang baik. Kekuatan mereka terletak pada kolaborasi tim dan semangat juang yang tinggi, ditunjang oleh fondasi fisik yang solid,” ungkap Hudson.

Thailand sendiri memasuki final dengan kondisi fisik pemain yang relatif terjaga, berkat rotasi besar yang dilakukan Hudson pada pertandingan terakhir Grup B melawan Filipina.

Hudson melakukan sembilan perubahan dalam susunan tim ketika Thailand mengalami kekalahan mengejutkan dengan skor 1-2.

Keputusan tersebut diambil setelah Thailand memastikan tiket ke final dengan meraih dua kemenangan beruntun sebelumnya.

Mereka berhasil mengalahkan Pakistan dengan skor 4-0, diikuti dengan kemenangan atas Vietnam 2-0, yang memastikan mereka melangkah ke partai puncak dengan satu laga tersisa.

Meskipun mengalami kekalahan dari Filipina, hasil tersebut tidak mengubah posisi Thailand sebagai juara Grup B.

Sekarang, fokus Hudson sepenuhnya terarah untuk memanfaatkan kesempatan membawa Gajah Perang meraih gelar juara di edisi perdana FIFA ASEAN Cup ini.

“Ini adalah pertandingan yang sangat kami nantikan. Tujuan utama Thailand adalah meraih kemenangan dalam turnamen ini,” tegas Hudson.

➡️ Baca Juga: Manfaat Olahraga di Luar Ruangan untuk Kesehatan Mata dan Kesejahteraan Mental Anda

➡️ Baca Juga: Kembangkan Skill Kurasi Konten untuk Menciptakan Audiens Loyal dan Nilai Komersial Digital

Related Articles

Back to top button