pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Keamanan sebagai Faktor Utama dalam Mendorong Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Keamanan menjadi aspek krusial yang mempengaruhi keberlanjutan destinasi wisata. Menurut Fadjar Hutomo, Staf Ahli di bidang Manajemen Krisis Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata, persepsi wisatawan terhadap keamanan sangat menentukan ketertarikan mereka untuk kembali berkunjung.

“Pariwisata sangat bergantung pada persepsi. Ketika sebuah destinasi alam dianggap aman, minat wisatawan untuk berkunjung ulang akan meningkat. Namun, jika suatu tempat dipersepsikan berbahaya akibat bencana alam yang tidak dikelola dengan baik, seringnya kecelakaan, atau tingginya angka kriminalitas, hal ini akan menjadi penghalang bagi pariwisata yang berkelanjutan,” jelas Fadjar pada 15 September 2026.

Sebagai contoh, Taman Nasional Gunung Bromo di Jawa Timur yang sempat ditutup karena kebakaran hutan. Meskipun demikian, Fadjar menekankan bahwa persepsi wisatawan tetap positif, dan minat mereka untuk mengunjungi Bromo tetap tinggi karena dianggap aman.

“Wisatawan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kelestarian Bromo. Meskipun mengalami kebakaran, mereka tetap melihat Bromo sebagai destinasi yang aman untuk dikunjungi,” tambahnya.

Fadjar Hutomo menjelaskan bahwa pariwisata adalah soal persepsi. Destinasi yang dianggap aman akan menarik lebih banyak wisatawan untuk kembali. Di sisi lain, jika sebuah daerah mengalami bencana yang tidak tertangani dengan baik, atau terdapat kecelakaan dan kriminalitas, hal ini akan menghalangi pariwisata berkelanjutan.

“Faktor keselamatan sangatlah penting. Ibu Menteri Pariwisata telah menetapkan keselamatan sebagai salah satu prioritas program. Intinya, pariwisata bukan hanya soal keindahan, tetapi juga keamanan,” ungkap Fadjar Hutomo, menekankan bahwa keamanan, kenyamanan, dan pelestarian alam harus menjadi fokus utama dalam pengembangan pariwisata di Taman Nasional Gunung Bromo agar tetap berkualitas dan berkelanjutan.

Kementerian Pariwisata juga mencermati bahwa kelalaian manusia, seperti penggunaan flare untuk foto prewedding, pembuangan puntung rokok sembarangan di area savana, dan lupa mematikan api unggun sering kali menjadi penyebab kebakaran. Selain itu, faktor alam pada musim kemarau dengan suhu ekstrem dan angin kencang dapat menyebabkan percikan api kecil dengan cepat membesar dan menghanguskan area savana kering, sehingga sulit untuk dikendalikan.

➡️ Baca Juga: Anya Geraldine Berbagi Pandangan Soal Childfree yang Menginspirasi dan Relatable bagi Netizen

➡️ Baca Juga: Klarifikasi Permintaan Maaf Eks Raka Jawa Timur Terkait Isu Permintaan Aborsi Wanita

Related Articles

Back to top button