pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
otomotif

Beratnya Tugas Ban Kendaraan di Area Tambang: Dari Batu Tajam hingga Lumpur yang Menantang

Aktivitas pertambangan menghadirkan berbagai tantangan yang tidak terdapat dalam penggunaan kendaraan di jalan raya. Kendaraan di area tambang harus beroperasi dalam waktu yang lama, mengangkut beban berat, dan melewati medan yang penuh dengan lumpur, batu tajam, serta permukaan jalan yang tidak rata.

Di tengah kondisi tersebut, ban kendaraan memainkan peran yang sangat vital. Kerusakan pada ban tidak hanya memaksa perusahaan untuk mengeluarkan biaya untuk penggantian, tetapi juga dapat memicu penghentian operasional kendaraan, yang berdampak langsung pada produktivitas tambang.

Sailun Group menyoroti isu penting ini, dengan menyatakan bahwa biaya ban bisa menyumbang sekitar 15 hingga 20 persen dari total biaya operasional kendaraan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan ban yang tepat bagi pemilik armada.

Pengelolaan ban menjadi semakin krusial, terutama ketika kendaraan beroperasi di lingkungan yang ekstrem. Risiko seperti ban sobek, tertusuk benda tajam, dan keausan yang cepat harus diperhitungkan dengan serius oleh para pemilik armada.

“Di lapangan, pemilik armada menghadapi tantangan nyata setiap harinya, mulai dari lumpur pekat hingga batu tajam di area tambang yang berpotensi menyebabkan waktu henti yang tidak terencana,” ungkap Eko Supriyatin, Sales Director PT Sailun Tire Indonesia, dalam sebuah acara di Jakarta.

Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan kebutuhan akan ban yang memiliki daya traksi dan ketahanan yang tinggi. Ketika kendaraan terhenti karena masalah pada ban, dampaknya dapat merugikan produktivitas armada secara keseluruhan.

Pada ajang Mining Expo 2026, Sailun memperkenalkan produk baru mereka, yaitu Terramax M/T 2. Ban ini dirancang untuk kendaraan komersial ringan dan kendaraan berpenggerak 4×4, terutama untuk pikap, dan diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Terramax M/T 2 mengadopsi desain tapak terbuka yang efektif membantu membuang lumpur dan kerikil dari permukaan ban. Selain itu, teknologi 3D Interlocking Shoulder Sipes diterapkan untuk mempertahankan daya traksi saat kendaraan melintasi medan off-road yang sulit.

Menghadapi risiko kerusakan akibat kondisi jalan yang berat, ban ini juga dilengkapi dengan konstruksi karkas yang diperkuat dan dinding samping yang memiliki lapisan karet lebih tebal, memberikan perlindungan ekstra.

Sailun juga menampilkan portofolio merek lain seperti Sailun Tire, Maxam, RoadX Tire, dan Blackhawk Tire. Khusus untuk Maxam, produk-produk yang ditawarkan menyasar kebutuhan ban Off-The-Road (OTR) untuk kendaraan yang beroperasi dengan beban berat, termasuk di area pertambangan terbuka.

➡️ Baca Juga: Pramono Menargetkan Revitalisasi Jalan Rasuna Said Selesai pada Akhir Juni 2026

➡️ Baca Juga: Distribusi Energi di Selat Hormuz Terhambat, Pemerintah Dorong Diversifikasi Impor BBM

Related Articles

Back to top button