Masyarakat Riau Minta Aparat Tindak Oknum yang Ganggu Kesejahteraan Kelompok Tani

Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengekspresikan kecaman yang mendalam terhadap aksi unjuk rasa yang berlangsung di Kantor Pusat PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Aksi tersebut diduga kuat melibatkan pihak-pihak yang menggunakan massa bayaran dengan niat untuk menciptakan suasana premanisme.
Ketua KTNA, Abdul Gani, menyatakan keprihatinannya atas perilaku sejumlah individu yang mengambil keuntungan dari nama serta kepentingan masyarakat Riau demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Setiap orang berhak melakukan protes atau demonstrasi, tetapi sangat disayangkan jika aksi tersebut dimanfaatkan oleh oknum yang dibayar! Terlebih lagi, oknum ini jelas terlibat dalam praktik premanisme yang mengatasnamakan masyarakat Riau,” tegas Gani dalam pernyataan persnya, yang dirilis pada Kamis, 3 September 2026.
Ia menambahkan, sangat disayangkan apabila nama dan kepentingan masyarakat justru dipergunakan oleh individu tertentu untuk tujuan pribadi atau kelompok tertentu.
Gani menegaskan bahwa mereka adalah perwakilan dari masyarakat tani yang selama ini mengelola lahan secara sah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu, ia menolak keras segala bentuk manipulasi yang menggunakan nama rakyat Riau sebagai alat atau komoditas politik semata.
“Berhentilah menggunakan nama masyarakat Riau untuk kepentingan segelintir oknum! Kami tidak akan membiarkan nama masyarakat dijadikan alat, diperalat, atau dijadikan tameng untuk kepentingan pihak tertentu,” ungkapnya.
Gani mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dalam menyelidiki dugaan keterlibatan jasa preman dan memproses hukum pihak-pihak yang berusaha menekan pengelolaan PT Agrinas Palma Nusantara.
“Kami meminta agar aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat,” tegas Gani.
Selanjutnya, KTNA menyampaikan dukungan penuh kepada Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan PT Agrinas Palma Nusantara, yang dianggap konsisten dalam menjaga integritas, membela kepentingan masyarakat, serta mencari solusi yang adil di lapangan.
“Jangan biarkan masyarakat Riau dijadikan alat oleh oknum dan mafia kepentingan. Mereka yang benar-benar memperjuangkan masyarakat harus dilindungi, sedangkan pihak-pihak yang terbukti memperalat masyarakat harus diproses sesuai hukum,” ujar Gani.
Terakhir, KTNA mengajukan desakan khusus kepada Presiden untuk memenuhi janji dalam mengedepankan kesejahteraan kelompok tani, sekaligus memberantas praktik premanisme dan mafia korupsi yang menguasai lahan ilegal di Tanah Air.
➡️ Baca Juga: Harga Vespa Turun Rp12 Juta Bulan Ini untuk Pembelian Lebih Hemat dan Terjangkau
➡️ Baca Juga: Peluang Usaha Jasa Pembersihan Kolam Renang Pribadi Rutin Setiap Bulan yang Menguntungkan




