Pola modern pendekatan analisa terarah slot

Metode premium slot online untuk hasil stabil

Strategi terarah slot online untuk hasil optimal

Analisa kinerja pola modern slot online

Teknik unggulan analisa pola harian slot

Strategi rahasia slot online untuk performa optimal

Strategi maksimal analisa terkini slot online

Teknik unggulan slot online untuk kinerja

depo 10k depo 10k
berita

Ban Pecah dan Rem Bermasalah, Penyebab Insiden Dua Pesawat Militer di Bandara Hasanuddin

Dua pesawat militer mengalami insiden di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam waktu berdekatan, yakni dua hari berturut-turut.

Setelah pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 keluar dari landasan pacu pada Senin, 24 Agustus 2026, giliran pesawat Casa milik TNI Angkatan Laut (AL) mengalami masalah saat melakukan pendaratan sehari setelahnya. Beruntung, ketiga kru pesawat TNI AL yang terlibat dalam insiden tersebut dinyatakan selamat tanpa mengalami cedera.

Kepala Dinas Penerangan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut, Letkol Laut Eko Hadi Setyawan, menyampaikan melalui siaran pers bahwa ketiga kru tersebut tidak mengalami luka apapun.

Pesawat yang terlibat dalam insiden ini adalah NC 212-200 Aviocar dengan nomor ekor U-6215, yang beroperasi dari Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal. Saat kejadian, pesawat tersebut membawa tiga anggota TNI AL.

Insiden ini terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 11.21 WITA. Pesawat mengalami masalah teknis saat melakukan pendaratan di Runway 03 Bandara Sultan Hasanuddin.

Menurut keterangan yang diberikan, setelah pesawat menyentuh landasan dan menjalani proses pendaratan, ban utama di sisi kanan mengalami kempis atau pecah, yang menyebabkan pesawat bergerak menyimpang ke arah kanan. Akibatnya, pesawat meluncur keluar dari tepi landasan sejauh 26,2 meter.

Menghadapi situasi darurat tersebut, ketiga kru yang dipimpin oleh Kapten Laut (P) Galih, bersama dengan Kapten Laut (P) Nova dan Letda Laut (P) Rendy, segera melaksanakan prosedur keselamatan yang sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Mereka mengambil langkah untuk mematikan mesin pesawat guna menghindari risiko yang lebih besar, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Tim di lokasi insiden kemudian berupaya mengamankan area dan berkoordinasi dengan Lanud Sultan Hasanuddin serta pengelola bandara. Para petugas juga melakukan penggantian ban sebelum pesawat dievakuasi ke Apron Lanud Hasanuddin.

Insiden pesawat Casa TNI AL ini terjadi hanya sehari setelah pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 milik TNI Angkatan Udara juga mengalami masalah di Bandara Sultan Hasanuddin.

Pesawat tersebut keluar dari landasan pacu Runway 13 (13-21) saat menjalani rangkaian uji terbang pada hari sebelumnya, yakni Senin, 24 Agustus 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyatakan bahwa seluruh awak pesawat dalam keadaan aman setelah kejadian tersebut.

➡️ Baca Juga: MBG Dinyatakan Meringankan Beban Ekonomi Keluarga Anak Penerima Manfaat secara Efektif

➡️ Baca Juga: Kegiatan Lingkungan di Sekolah: Menanam Pohon Bersama

Related Articles

Back to top button