Kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Diserang, Namun Ia Masih Hidup

Serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu, 26 Februari 2026, menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta Presiden Masoud Pezeshkian. Informasi ini diperoleh dari penyiar publik Israel yang melaporkan kabar tersebut dengan menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai keadaan mereka.
Laporan dari akun X milik Kan mengungkap bahwa Khamenei dan Pezeshkian menjadi sasaran dalam serangan tersebut, mengutip sumber-sumber dari dalam Israel.
Seorang jurnalis yang meliput secara langsung juga menyebut nama Ali Shamkhani, penasihat dekat pemimpin tertinggi dan mantan menteri pertahanan, namun ia tidak dapat memastikan apakah misi serangan itu berhasil.
“Pada tahap awal serangan kami, kami menargetkan individu-individu penting yang terlibat dalam upaya untuk meruntuhkan Israel,” jelas seorang sumber keamanan Israel kepada wartawan yang meminta anonimitas.
Menurut seorang pejabat yang berbicara kepada Reuters, Khamenei tidak berada di Teheran saat serangan berlangsung dan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Selanjutnya, Channel 12 Israel melaporkan bahwa terdapat keyakinan di kalangan sumber terpercaya bahwa Pemimpin Tertinggi Iran mungkin telah tewas dalam insiden tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah wawancara dengan NBC News pada hari yang sama, menyatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, Ayatollah Ali Khamenei masih hidup.
“Hampir seluruh pejabat dalam keadaan selamat dan sehat. Mungkin kami kehilangan satu atau dua komandan, tetapi itu bukan hal yang signifikan,” ungkapnya.
Reuters melaporkan pada sore hari yang sama, mengutip sumber-sumber terpercaya, bahwa dua petinggi IRGC, yaitu Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh, dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Israel.
Dilaporkan bahwa sekitar tujuh roket menghantam wilayah Teheran, dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta Istana Presiden, menurut laporan dari kantor berita Fars.
Kantor berita Mehr, mengacu pada sumber yang ada, melaporkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, tidak mengalami cedera dalam serangan tersebut.
Pada hari yang sama, sejumlah apartemen yang dihuni warga juga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan rudal yang terjadi di beberapa kawasan pusat Teheran, berdasarkan informasi dari saluran televisi Iran SNN.
Dua ledakan tambahan dilaporkan mengguncang ibu kota Iran, menurut laporan dari kantor berita Tasnim yang menyoroti situasi yang semakin memburuk.
➡️ Baca Juga: Pameran Kerajinan Tangan di Surabaya, Mendukung UMKM Lokal
➡️ Baca Juga: Yayasan Mochammad Thohir Tebar 700 Paket Daging Kurban
