Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mengumumkan pada hari Kamis bahwa ia akan melakukan perubahan besar dalam jajaran kabinetnya dengan mencopot Kristi Noem dari posisinya sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri. Keputusan ini diambil setelah munculnya berbagai keluhan bipartisan selama beberapa minggu mengenai kepemimpinan Noem, terutama setelah insiden tragis di mana dua warga negara AS tewas akibat tindakan agen imigrasi serta laporan yang mengindikasikan keterlibatannya dalam skandal hubungan pribadi dengan Corey Lewandowski, salah satu penasihat utama Trump.
Pemberhentian Kristi Noem menandai perombakan personel yang signifikan dalam masa jabatan kedua Trump. Pengumuman ini disampaikan secara terbuka melalui platform Truth Social, di mana Trump menyatakan bahwa Markwayne Mullin, seorang senator Republik dari Oklahoma, akan menggantikan posisi Noem mulai tanggal 31 Maret.
Dalam pengumumannya, Trump menyatakan bahwa Noem “telah memberikan kontribusi yang luar biasa dan mencapai banyak prestasi hebat, terutama dalam urusan perbatasan.” Ia menyebutkan bahwa Noem akan dialihkan ke peran baru sebagai utusan khusus untuk “Perisai Amerika,” sebuah inisiatif keamanan yang rencananya akan diungkapkan oleh Trump pada akhir pekan mendatang.
Markwayne Mullin, yang baru saja ditunjuk, menyatakan kepada wartawan bahwa momen ini sangat emosional baginya. “Ini terjadi begitu cepat, sehingga saya harus memberi tahu ayah saya. Sangat menarik untuk berpikir bahwa seorang anak dari Oklahoma barat bisa diberikan kesempatan untuk melayani di kabinet presiden. Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Setelah pengumuman pemecatan tersebut, Kristi Noem mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Trump atas penunjukan barunya melalui sebuah pernyataan di platform X. Ia juga menekankan rekam jejak positifnya dalam memimpin departemen tersebut. Berita mengenai pemecatan ini muncul tepat sebelum Noem memberikan pidato di depan sekelompok pejabat kepolisian di Nashville, meskipun ia memilih untuk tidak membahas perihal pemecatannya di atas panggung.
Partai Demokrat menyambut baik keputusan Trump untuk memecat Noem. Hakeem Jeffries, pemimpin minoritas DPR, mengungkapkan pendapatnya dalam sebuah konferensi pers dengan menyatakan, “Syukurlah. Ia adalah bencana bagi negara ini.”
Namun, Jeffries mengingatkan bahwa meskipun perubahan personel telah terjadi, hal tersebut tidak akan mengubah sikap Demokrat mengenai pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri. Departemen tersebut telah mengalami penutupan sebagian sejak pertengahan Februari karena Demokrat di Senat memblokir rancangan undang-undang pengeluaran yang tidak mencakup regulasi baru mengenai perilaku agen imigrasi, yang mereka tuntut sebagai respons terhadap penembakan yang menewaskan dua warga negara AS di Minneapolis.
Jeffries menekankan pentingnya perubahan yang lebih mendasar, mengatakan, “Perubahan dalam personel saja tidaklah cukup. Kita memerlukan perubahan kebijakan yang berani, dramatis, transformatif, dan memiliki makna yang mendalam.”
➡️ Baca Juga: Perayaan Hari Kartini: Menghargai Peran Perempuan dalam Sejarah
➡️ Baca Juga: Galaxy A55 atau A35? Panduan Memilih Berdasarkan Kebutuhan & Budget
