Serangan Houthi di Yaman ke Bandara Riyadh Berpotensi Dorong Kenaikan Harga Minyak

Jakarta – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memimpin rapat koordinasi terkait pengendalian inflasi daerah untuk tahun 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Dalam penyampaiannya, Tito mengungkapkan keprihatinan atas situasi geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah. Salah satu isu yang diangkat adalah serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi dari Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dalam beberapa waktu terakhir.

Tito menegaskan bahwa serangan Houthi ini berpotensi menimbulkan ketegangan baru di kawasan Timur Tengah, yang dapat berdampak luas.

“Kita perlu hati-hati, karena situasi di Timur Tengah sangat dinamis. Terlebih lagi, baru-baru ini serangan oleh kelompok Houthi di Yaman mengincar bandara di Riyadh,” kata Tito.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa serangan tersebut telah memicu eskalasi yang dapat mempengaruhi distribusi harga minyak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Ketegangan yang terjadi di Arab Saudi ini bisa berimplikasi pada situasi produksi dan distribusi harga minyak, yang berpotensi mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Tak hanya isu itu, Tito juga membahas faktor-faktor lain yang memengaruhi inflasi di Indonesia. Salah satu yang ia soroti adalah meningkatnya frekuensi bencana alam di dalam negeri.

“Kita menghadapi banyak bencana alam, seperti kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, bencana banjir juga melanda beberapa daerah, termasuk di Sumatera, seperti Kota Padang, Aceh, Pidi Jaya, Tamiang, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara,” tambahnya.

“Selain itu, kita juga harus mengatasi isu-isu lainnya, seperti yang terjadi di Flores, yang turut memengaruhi kondisi ekonomi dan inflasi,” lanjutnya.

Diketahui, terminal penumpang di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, kembali menjadi target serangan pada Minggu (11/10/2026). Serangan ini terjadi hanya sehari setelah insiden tragis sebelumnya yang merenggut nyawa setidaknya 12 orang, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat, serta melukai ratusan lainnya.

Serangan kedua ini merupakan bagian dari klaim kelompok Houthi yang menyatakan telah melancarkan serangkaian operasi, dengan setidaknya empat serangan yang ditujukan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sejak hari Sabtu.

Otoritas Saudi mengonfirmasi bahwa dalam serangan terbaru ini, seorang korban tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka di kompleks terminal 3 dan 4 Bandara Internasional King Khalid, yang mengelola penerbangan domestik. Korban yang meninggal adalah seorang warga negara Pakistan, sementara mereka yang terluka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

➡️ Baca Juga: 3 Pilihan HP AMOLED 120Hz Terjangkau di 2026 untuk Profesional yang Mengutamakan Kenyamanan Layar

➡️ Baca Juga: Menteri Ara Sampaikan Arahan Prabowo Terkait Penguasaan Lahan KAI oleh Pihak Lain

Exit mobile version