Jakarta – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menerima informasi terkini dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengenai gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
Teddy menjelaskan, “Presiden telah menerima laporan pagi ini dari Kepala BNPB terkait situasi di Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, khususnya di Kota Bitung, Kota Ternate, serta Pulau Batang Dua.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada hari Kamis, 2 April 2026.
Ia juga menekankan bahwa semua pihak terkait, mulai dari BNPB daerah hingga aparat TNI dan Polri, telah bertindak cepat untuk memeriksa kondisi di lapangan dan melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak.
Lebih lanjut, Kepala BNPB telah memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar tidak beraktivitas di gedung-gedung yang terkena dampak gempa.
Seskab Teddy menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi kepada Kepala BNPB untuk segera memprioritaskan evakuasi warga yang terkena dampak bencana ini.
“Tadi pagi, melalui Kepala BNPB, Bapak Presiden telah memerintahkan semua aparat dan tim BNPB untuk segera melakukan evakuasi kepada warga yang terdampak. Pada hari ini, Kepala BNPB sudah berada di Sulawesi Utara, sementara tim lainnya menuju Maluku Utara,” jelasnya.
Sebelumnya, telah dilaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 7,6 mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, serta Maluku Utara pada hari Kamis, pukul 06.48 Wita. Peristiwa ini memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di kawasan tersebut.
Gempa bumi tersebut tercatat terjadi pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, dengan kedalaman 62 km di bawah permukaan laut.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengungkapkan bahwa tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara berada dalam status siaga tsunami.
“Beberapa daerah di Provinsi Maluku Utara, seperti Ternate, Halmahera, dan Tidore, berpotensi terkena dampak tsunami,” ujarnya saat memberikan keterangan di Manado pada hari Kamis.
➡️ Baca Juga: Traveloka Tawarkan Promo Menarik untuk Pemudik Last-Minute, Catat Tanggalnya Sekarang
➡️ Baca Juga: Cara Pakai iPhone Sebagai Remote IR: Nyalakan AC & TV Lama Cuma 3 Tap
