Proses hukum mengenai hak asuh anak yang diajukan oleh Ruben Onsu terhadap mantan istrinya, Sarwendah, masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan adanya penundaan mediasi yang dijadwalkan ulang pada minggu depan, sejumlah praktisi hukum mulai memberikan analisis tentang kemungkinan Ruben untuk memenangkan kasus ini, yang dinilai tidak terlalu menguntungkan.
Praktisi hukum, Jaenudin, menegaskan bahwa perselisihan hak asuh anak tidak bisa ditentukan semata-mata berdasarkan keinginan salah satu pihak. Dalam kasus seperti ini, pengadilan cenderung fokus pada kepentingan terbaik bagi anak, termasuk siapa yang selama ini konsisten dalam menjalankan peran sebagai pengasuh.
Dari sudut pandangnya, Jaenudin menilai bahwa posisi Ruben sangat bergantung pada kualitas bukti yang disajikan selama persidangan. Jika argumen yang diajukan hanya berlandaskan pada dugaan eksploitasi anak yang beredar di media sosial, maka kemungkinan untuk memenangkan hak asuh akan sangat kecil.
“Kita berharap bahwa gugatan yang diajukan Ruben memiliki bukti yang kuat. Jika dasar yang digunakan hanya berdasarkan informasi yang ada di media sosial, terkait dugaan eksploitasi anak, maka peluang untuk menang sangat tipis,” ungkap Jaenudin kepada media pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia menekankan bahwa pendapat ini tidak berarti berpihak kepada Sarwendah. Namun, dari perspektif hukum, ia melihat belum ada indikasi yang cukup untuk mendukung pencabutan hak asuh dari Sarwendah.
Jaenudin juga mengingatkan bahwa sebelum perceraian, Sarwendah telah berperan aktif dalam pengasuhan anak-anak mereka. Ia menekankan bahwa tidak pernah ada laporan mengenai penelantaran atau kekerasan yang dituduhkan kepada Sarwendah.
“Saya tidak sedang membela siapa pun, tetapi jika kita menilai dari sudut pandang Sarwendah, dia adalah sosok yang mengasuh anak-anak mereka sejak sebelum perceraian. Apakah ada bukti bahwa Sarwendah menelantarkan atau melakukan kekerasan terhadap anak? Tidak ada, kan?” jelas Jaenudin.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam kasus ini adalah tuduhan mengenai eksploitasi anak yang pernah disampaikan oleh Ruben, termasuk keterlibatan anak-anaknya dalam aktivitas penjualan melalui siaran langsung.
➡️ Baca Juga: Cupi Cupita Dituding Rebut Tunangan, Pinkan Mambo Nyanyi Sambil Rebahan di Jalan
➡️ Baca Juga: Jaring Minat Investor Global, Danantara Targetkan Family Office Dubai untuk PFII
