Moge dan Rompi Kulit: Simbol Kebanggaan yang Tidak Selalu Arogansi

Motor gede (moge) dan rompi kulit sering kali terjebak dalam persepsi negatif, di mana pengendara dianggap sebagai sosok yang arogan di jalan raya. Suara mesin yang nyaring, ukuran kendaraan yang mengesankan, serta konvoi besar kerap menarik perhatian dan kritik dari pengguna jalan lainnya. Namun, gambaran ini tidak selalu mencerminkan perilaku semua pengendara moge.

Ryan Luta Pratama, yang menjabat sebagai Marshal Royal Riders Indonesia (RoRI) Chapter Banten untuk periode 2026 hingga 2028, berpendapat bahwa moge dan rompi kulit seharusnya tidak diasosiasikan dengan arogansi. Menurutnya, identitas pengendara sepeda motor besar seharusnya selaras dengan sikap saling menghargai dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitarnya.

“Memiliki motor besar dan mengenakan rompi kulit bukanlah tentang menunjukkan arogansi. Yang lebih penting adalah cara kita bersikap di jalan, menghormati pengguna jalan lainnya, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama,” ungkap Ryan, yang dikutip pada 12 Oktober 2026.

Pandangan Ryan ini menekankan betapa pentingnya perilaku pengendara dalam membentuk citra komunitas motor besar. Kendaraan dengan kapasitas mesin yang besar serta atribut komunitas memang cenderung menarik perhatian, tetapi cara berkendara yang baik jauh lebih menentukan reputasi mereka.

Dalam kegiatan touring, misalnya, pengendara diharuskan untuk menjaga jarak yang aman, menyesuaikan kecepatan berkendara, dan mematuhi peraturan lalu lintas. Konvoi juga perlu memperhatikan arus lalu lintas agar tidak mengganggu perjalanan pengguna jalan lainnya.

Sebagai informasi, akhir pekan lalu, sekitar 60 anggota RoRI Chapter Banten melakukan touring dari wilayah Tangerang Raya menuju Sukabumi untuk merayakan ulang tahun komunitas tersebut. Rombongan tersebut juga menyempatkan diri untuk beristirahat di kawasan Pelabuhan Ratu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanakita 5 Star Camp.

Menurut Ryan, kekompakan antar anggota harus sejalan dengan sikap tanggung jawab, baik saat berkendara bersama maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat. Dengan cara ini, identitas sebagai pengendara moge tidak perlu identik dengan perilaku yang arogan.

Pada akhirnya, citra pengendara motor gede tidak hanya ditentukan oleh suara mesin yang bising, ukuran kendaraan yang besar, atau rompi kulit yang dikenakan. Ketaatan terhadap aturan lalu lintas dan sikap saling menghormati antar pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menunjukkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama.

➡️ Baca Juga: Jadwal Timnas U20 Indonesia Kualifikasi Piala Asia 2027: Line Up vs Malaysia dan Andalan Trio Terbaik

➡️ Baca Juga: Calvin Verdonk Mendapat Rating Rendah Usai Lille Dikalahkan Galatasaray

Exit mobile version