Ketua Satgas Perumahan Rakyat, Hashim Djojohadikusumo, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas mengenai pentingnya menjaga kualitas dalam proyek perumahan rakyat.
Ia mengingatkan kepada semua pihak yang terlibat untuk tidak mengabaikan standar mutu bangunan dan menghentikan praktik mark-up yang dapat merugikan serta mengecewakan masyarakat.
Hashim mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak laporan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengenai berbagai penyimpangan yang terjadi dalam proyek-proyek perumahan rakyat.
“Saya sangat berharap kepada semua pihak, terutama Bapak, perhatikan mutu ini. Jangan sampai rakyat kita merasa kecewa. Banyak kasus yang saya dengar dari Pak Ara Sirait, bahwa proyek perumahan rakyat sering kali mengalami penyimpangan. Jika memungkinkan, tolong perhatikan ini dengan serius, Pak Dodi, Wadirut, agar mutu terjaga,” ujar Hashim dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian untuk Program 3 Juta Rumah pada Senin, 16 Maret 2026.
“Praktik mark-up ini sudah kita ketahui, dan saya mohon perhatian yang lebih untuk masalah ini,” tambahnya.
Hashim kemudian menceritakan pengalamannya ketika ditawari ‘jatah’ ribuan unit apartemen untuk keuntungan pribadi yang sangat besar. Namun, tawaran tersebut ia tolak dengan tegas.
“Secara langsung ada yang menyampaikan kepada saya, ‘Pak Hashim, kita bisa mendapat keuntungan besar di lokasi-lokasi strategis. Anda bisa meminta jatah 1.000 apartemen, atau 500 apartemen. Nanti kita jual, dan bisa meraih keuntungan hingga lima kali lipat’,” jelas Hashim menirukan tawaran yang ia terima.
Ia menegaskan bahwa praktik-praktik curang semacam itu tidak seharusnya mendapatkan tempat dalam sistem perumahan rakyat.
“Saya harus menegaskan, praktik seperti itu tidak boleh terjadi! Ini semua demi kepentingan rakyat kita,” tegasnya.
Untuk mencegah terjadinya penyelewengan, Hashim mendesak agar diterapkannya pengawasan yang lebih ketat. Ia meminta semua pihak terkait untuk melakukan pengawasan yang cermat terhadap proyek-proyek perumahan rakyat guna meminimalisir kemungkinan penyimpangan.
➡️ Baca Juga: Suzuki Yakin Fronx Laku 2.000 Unit per Bulan di Indonesia
➡️ Baca Juga: 4 Aturan Baru FIFA Piala Dunia 2026: Pemain Dilarang Drama dan Buang Waktu
