FSR 3.0 Frame Generation di Series S Bisa Boost 2x FPS Tapi Ada Bugnya

Ringkasan cepat: Teknologi interpolasi terbaru dari AMD menjanjikan lonjakan fps hingga dua kali lipat pada konsol entry-level. Pada perangkat yang punya batas bandwidth gpu dan resolution lebih rendah, kombinasi upscaling dan pembuatan frame bisa jadi solusi praktis untuk pengalaman bermain lebih halus.

Namun, implementasi berbeda antar games membuat munculnya image artifacts dan masalah frame pacing. AMD sudah merilis perbaikan bertahap (termasuk Anti-Lag 2, optimisasi GDK, dan pengurangan flicker/ghosting) yang membantu, tapi developer wajib integrasi UI composition dan swapchain sesuai pedoman.

Pemain disarankan men-set VRR, V-Sync, dan limiter dengan tepat untuk menekan latency dan tearing. Artikel ini akan membahas jalur teknis, potensi performance, dan area issues yang perlu dipahami oleh pemain dan pembuat game.

Ringkasan Cepat: Boost FPS 2x di Xbox Series S, tapi Ada Bug dan Kompromi

Kenaikan performa ini memungkinkan konsol entry level mencapai hampir dua kali lipat fps dari 60 menjadi ~120. Namun, ada trade‑offs pada latency dan kualitas gambar yang wajib dipertimbangkan oleh pemain.

AMD menyarankan minimal 60 fps render sebelum interpolasi agar hasil visual tetap rapi. Jika render stabil, opsi VRR plus limiter bisa menekan tearing dan memperbaiki frame pacing.

Mode Target Render Efek pada Latency Masalah Umum
Quality 60 fps Minimal Artifak ringan, pacing baik
Balanced 45–60 fps Sedikit naik Ghosting pada objek transparan
Performance <60 fps Lebih tinggi Flicker dan shimmer

FSR 3.0/3.1 di Konsol: Apa yang Baru dan Kenapa Ramai Dibahas

Pembaruan versi ini fokus pada pemisahan jalur upscaling dan pembuatan frame, sehingga developer bisa memilih mana yang dipakai sesuai kebutuhan game dan hardware.

Versi 3.1 menambahkan dukungan Vulkan dan DX12, mode Native AA, serta API FidelityFX lengkap dengan dokumentasi dan checklist. Ada juga sampel DX12/Vulkan dan paket GDK untuk memudahkan integrasi di consoles.

Perbaikan patch 3.1.x memberikan improvements penting. Contohnya, velocity factor mengurangi flicker, color clamp ellipsoid menekan streaks ghosting, dan perbaikan RCAS mencegah sharpening negatif. Anti‑Lag 2 dan optimasi disocclusion juga disertakan untuk hasil yang lebih stabil.

Kenapa Ini Penting untuk Developer

Fitur Manfaat Catatan
Pemisahan upscaling & frame Fleksibilitas implementasi Memudahkan migrasi dari versi sebelumnya
Native AA Kualitas gambar lebih baik Overhead tinggi pada GPU
3.1.x fixes Kurangi artifacts dan flicker Butuh validasi pada tiap game

FSR 3.0 Frame Generation Xbox Series S Bug

Beberapa pengguna melaporkan gangguan pacing dan visual saat fitur interpolasi aktif di konsol entry-level.

Ada kasus di xbox series yang menunjukkan frame pacing tidak stabil, peningkatan tearing, dan UI yang tampak tertinggal di atas generated frames.

AMD menegaskan bahwa UI composition wajib dipatuhi saat integrasi. Kesalahan pada swapchain atau overlay yang mengintersepsi DXGI sering mengacaukan timing dan rate tampilan.

Karena fps dasar sering lebih rendah pada console ini, artifacts menjadi lebih terlihat. Oleh sebab itu AMD menyarankan target minimal 60 fps sebelum mengaktifkan interpolasi.

Isu Penyebab Umum Rekomendasi Solusi
Frame pacing tidak stabil Integrasi swapchain/overlay salah Pastikan UI composition sesuai tiga opsi AMD, matikan overlay
Artifacts terlihat jelas Render fps dasar di bawah 60, motion vectors buruk Capai 60 fps minimal; validasi motion vectors dan depth
Latency meningkat Generated frames menambah pipeline time Gunakan VRR, limiter, dan optimisasi input path

Cara Kerja Singkat: Interpolated Frames, Optical Flow, dan Pacing

Bagaimana interpolated frames dibuat dan dijadwalkan menentukan pengalaman main terasa mulus atau tersendat.

Pada level implementasi ada empat langkah utama: upscaling, penggantian swapchain DX12/Vulkan khusus untuk frame generation, persiapan dan dispatch proses generation, lalu komposisi UI yang wajib.

Optical Flow menganalisis perubahan antar gambar untuk memprediksi pergerakan. Motion vectors dan depth dari render memperbaiki akurasi prediksi itu. Data ini menentukan seberapa baik generated frame menyatu tanpa artefak.

Kualitas input sangat bergantung pada penjadwalan frame ekstra. Jika pacing buruk, pemain tetap merasakan lag meski fps naik dua kali lipat. Dengan fsr matang, migrasi ke pipeline ini lebih sederhana karena hanya perlu mengganti komponen relevan.

Komponen Peran Rekomendasi
Optical Flow Analisis gerak antar gambar Validasi akurasi pada debug view
Motion vectors & depth Meningkatkan prediksi Pastikan data akurat dari render engine
Swapchain DX12/Vulkan Sinkron presentasi dengan generation Mulai tanpa async, lalu uji asinkron untuk efisiensi

Apa yang Terjadi di Series S: Lonjakan FPS, Latensi, dan Gejala Bug

Di Series S banyak pemain melihat lonjakan fps saat interpolasi diaktifkan, tetapi efek samping cukup nyata pada gameplay dan visual.

Jika render dasar turun di bawah 60 fps, artifacts jadi lebih mudah terlihat. Stabilitas frame rate menentukan seberapa bersih hasil akhir.

Latency sering bertambah karena frame ekstra tidak mempercepat pemrosesan input. Dampak terasa pada game cepat yang mengejar 120 Hz.

Masalah Penyebab Solusi singkat
Artifacts terlihat jelas Render resolution rendah dan frame rate sub-60 Naikkan target render, kurangi efek grafis
Latency meningkat Frame tambahan menambah jalur pemrosesan input Aktifkan VRR, gunakan limiter, optimasi input path
Frame pacing tersendat Integrasi presentation/swapchain tidak ideal Pastikan UI composition benar dan non‑aktifkan overlay

Catatan Resmi AMD: Changelog FSR 3.1.1-3.1.5 dan Fokus Perbaikan

Catatan rilis resmi memetakan perbaikan bertahap yang menargetkan kualitas visual dan kestabilan presentasi.

Rangkaian patch minor menunjukkan improvements terfokus pada ghosting, pacing, dan kompatibilitas GDK. Versi 3.1.1 menambahkan Anti‑Lag 2 dan optimisasi GDK untuk Series X/S, membantu menekan kenaikan latency pada game kompetitif.

3.1.2–3.1.3: GDK dan Pacing

3.1.2 menghadirkan sample GDK, perbaikan depth format GLSL, serta velocity factor dan color clamp ellipsoid untuk meningkatkan image quality dan mengurangi flicker.

3.1.3 menambahkan hybrid spin lock pacing dan update sample GDK untuk memperbaiki time scheduling dan menstabilkan presentasi frame.

3.1.4–3.1.5: Disocclusion dan RCAS

3.1.4 memperhalus penanganan disoccluded pixels dan menyiapkan parameter kamera untuk Redstone. 3.1.5 menutup celah RCAS yang bisa menghasilkan output negatif, sehingga sharpening lebih konsisten.

Version Perubahan Utama Dampak ke Game
3.1.1 Anti‑Lag 2, optimisasi GDK Turunkan latency pada gameplay kompetitif
3.1.2 Velocity factor, color clamp, GDK sample Kurangi flicker, perbaiki image quality
3.1.3 Hybrid spin lock pacing, sample update Stabilkan time scheduling
3.1.4–3.1.5 Disocclusion fixes, RCAS fix Perbaiki artefak munculnya objek dan sharpening

Syarat Teknis Penting: Minimum 60 fps, VRR, dan Penanganan UI

Pemilihan pengaturan teknis menentukan seberapa rapi hasil interpolasi dan seberapa kecil gangguan visual. Sebelum mengaktifkan teknologi generasi frame, pastikan render dasar stabil. AMD merekomendasikan target minimal 60 fps agar artifacts pada tepi kontras dan area transparansi tidak meningkat.

Di consoles, VRR sangat membantu merapikan rate presentasi dan menekan tearing. Namun VRR saja tidak cukup. Kombinasikan VRR dengan limiter untuk menjaga pacing seragam dan menghindari spikes yang memicu judder.

Kenapa sub-60 fps memperparah artifacts

Render di bawah 60 fps menghasilkan prediksi gerak yang kurang akurat. Hasilnya, smear, ghosting, dan teks yang tampak buram lebih sering muncul.

Stabilisasi fps dasar mengurangi beban prediksi dan memperbaiki kualitas setiap generated frame.

VRR, V-Sync, tearing, dan limiter yang disarankan

V‑Sync ON tanpa VRR menghilangkan tearing namun bisa menimbulkan judder karena interval sinkron yang kaku. Di sisi lain, VRR + limiter meratakan frame rate dan memberi latency lebih konsisten.

Option Keuntungan Risiko / Catatan
VRR + limiter Rate presentasi stabil, tearing minimal Butuh monitor/TV kompatibel; atur limiter sesuai refresh
V‑Sync ON (tanpa VRR) Hilang tearing pada layar fixed Bisa timbul judder; pacing kurang fleksibel
V‑Sync OFF Latency lebih rendah saat fps tinggi Tearing lebih mungkin terjadi; tidak ideal saat interpolasi aktif

UI composition wajib: opsi dan risiko jika salah integrasi

UI harus digabungkan ulang di atas frames yang dihasilkan atau ditandai secara terpisah. Ada tiga metode yang umum: composite dari render target terpisah, render ulang UI setelah generation, atau identifikasi UI lewat perbandingan frame.

Salah integrasi menyebabkan UI ghosting, teks blur, atau posisi UI yang tak sinkron. Hindari overlay pihak ketiga yang mem‑hook DXGI karena dapat mengacaukan pacing; AMD menyebut OCAT sebagai alat yang tervalidasi untuk pengujian.

Praktik terbaik: stabilkan frame rate dasar dengan settings realistis di consoles, aktifkan limiter, gunakan VRR bila tersedia, lalu uji UI composition secara menyeluruh sebelum rilis.

Dampak ke Performa: Mode Quality/Balanced/Performance vs Native AA

Mode yang dipilih memberi dampak langsung pada fps, kualitas, dan kemungkinan artefak.

Quality memberi hasil visual mendekati atau lebih baik dari native, dengan penalti GPU kecil hingga sedang. Balanced jadi pilihan aman untuk banyak game karena menyeimbangkan image quality dan rate.

Performance dan Ultra Performance mengejar fps lebih tinggi. Namun, scaling agresif ini sering memicu shimmering atau artifacts pada detail halus, terutama pada resolution rendah.

Native AA adalah opsi tanpa upscaling yang menaikkan image quality paling konsisten. Biayanya besar pada GPU, tapi cocok bila frame dasar sudah tinggi dan ingin menambahkan generated frames tanpa menurunkan detail.

Option Target Efek pada performance Risiko / issues
Quality High image quality Moderate fps Minimal artifacts
Balanced Kompro antara quality & fps Stable rate Low risk
Performance / Ultra Higher fps Significant boost More artifacts, shimmering
Native AA No upscaling High GPU cost Best image quality if fps tersedia

Strategi aman: mulai dari Balanced, nilai image quality, lalu geser ke Quality atau Performance sesuai preferensi. Batasi target fps dengan VRR dan limiter untuk pacing yang lebih mulus dibanding mengejar angka maksimal.

Kualitas Gambar: Ghosting, Flicker, dan Artifacts pada Generated Frames

Generated frames sering memunculkan artefak visual yang mudah terlihat pada adegan cepat atau bertransparansi tinggi.

Versi perbaikan menambahkan beberapa mekanisme penting untuk menekan masalah ini tanpa mengorbankan terlalu banyak performance.

Color clamp ellipsoid, velocity factor, dan pengurangan streaks

Peralihan dari AABB ke color clamp ellipsoid mengurangi ghosting streaks pada tepi yang kontras. Hasilnya, image quality pada area specular menjadi lebih stabil.

Velocity factor dipakai untuk meredam bright pixel flickering saat objek bergerak cepat. Ini memperbaiki tampilan sorotan dan mempertahankan detail pada highlight.

Masalah Penyebab Solusi / Perbaikan
Ghosting streaks Clamp warna sederhana Color clamp ellipsoid
Bright pixel flicker Perubahan cepat pada highlight Velocity factor
Ghosting pada disoccluded Objek muncul tiba-tiba Disocclusion fixes

Pada banyak game, kombinasi upscaling bersih, motion vectors akurat, dan komposisi UI yang benar memberikan lompatan signifikan pada image quality. Pengguna disarankan mengecek adegan berpartikel dan foliage untuk menilai dampak artifacts sebelum memilih pengaturan akhir.

Developer dapat memanfaatkan debug view untuk mengidentifikasi sumber artefak dan men-tune parameter di pipeline agar hasil interpolasi terlihat lebih rapi pada rentang fps target.

Implementasi di Ekosistem Xbox: Sampel GDK dan Integrasi API FidelityFX

AMD merilis AMDFidelityFX_FSR3FrameInterpolation sebagai sample di GDK pada versi 3.1.2, lalu memperbarui pada 3.1.3 untuk dukungan native pada konsol. Sample ini jadi acuan praktis bagi tim engine dan studio game untuk cepat menguji alur render dan presentasi.

Integrasi memerlukan swapchain FG DX12 khusus dan UI composition yang benar agar overlay dan HUD tidak ghosting. Developer juga dianjurkan memakai signed DLL untuk menjaga kompatibilitas jangka panjang dan mempermudah proses debug di console.

Elemen Peran Rekomendasi
GDK sample Referensi implementasi Gunakan sebagai basis pengujian dan integrasi
Swapchain DX12 khusus Sinkron presentasi dengan pipeline Implementasikan dan validasi tanpa overlay
Signed DLL Kompatibilitas & debugging Gunakan agar deployment stabil di console
API FidelityFX Tuning image & resolution Sesuaikan parameter untuk game dan target GPU

Skenario Dunia Nyata: Target 60 fps lalu FG ke 120 fps

Pendekatan praktis di banyak game konsol adalah menjaga render dasar di sekitar 60 fps, lalu menambahkan frame generation untuk menghadirkan tampilan ~120 fps yang terasa lebih halus.

Contoh: mode 40 fps unlock menuju ~80 fps

Beberapa games menyediakan mode 40 fps untuk visual lebih stabil. Dengan menurunkan sedikit internal resolution dan mengaktifkan upscaling serta frame generation, hasil dapat melonjak ke sekitar 80 fps nyata.

Trade‑off: resolusi internal, fidelity, dan overhead Native AA

Menurunkan resolution internal membantu performance, tapi image fidelity turun. Native AA memberi hasil sangat bersih bila GPU mampu, namun overhead besar membuatnya tidak selalu cocok di console.

Skenario Target render Perkiraan hasil Catatan
60 fps stabil → FG 60 fps ≈120 fps visual Respon visual lebih halus, latency sama
Mode 40 fps + upscaling 40 fps ≈80 fps Turunkan resolution sedikit, seimbangkan fidelity
Native AA + FG Varies Quality tinggi Overhead GPU tinggi; tidak selalu viable

Suara Komunitas: Antusiasme, Kekhawatiran, dan Isu Diskriminasi Vendor

Diskusi di forum dan media sosial menyorot perbedaan pengalaman antar platform. Komunitas menyambut lonjakan frame rate, tapi juga mengangkat issues kualitas visual pada beberapa games.

Banyak pemain di consoles merasa implementasi tidak selalu merata. Perdebatan muncul apakah technology ini diperlakukan adil oleh tiap vendor. Sebagian laporan menunjukkan shimmering dan flicker yang dulu ada pada versi sebelumnya masih muncul bila integrasi motion vectors kurang rapi.

Ada lot argumen soal tanggung jawab: developer versus penyedia middleware. Pemain meminta panduan mode yang jelas agar mudah memilih trade‑off antara kualitas dan fps.

Komunikasi terbuka antara dev dan komunitas dianggap penting. Transparansi patch notes dan roadmap dapat meredam ketidakpuasan dan membantu konsumen memahami kapan perbaikan akan tiba.

Fokus Komunitas Permasalahan Tindakan yang Diinginkan
Performa Lonjakan fps variatif antar judul Pengujian lintas consoles dan update patch jelas
Kualitas gambar Shimmering atau flicker pada objek bergerak Validasi motion vectors dan tuning image
Transparansi Kurang informasi soal perbaikan Rilis changelog dan roadmap lebih rinci

Kasus Negatif di Lapangan: Update FSR3 yang Mengecewakan dan Bug Persisten

Beberapa pemain melaporkan bahwa pembaruan terbaru justru meninggalkan jejak visual yang mengganggu di sejumlah judul.

Keluhan umum menyebut shimmering dan ghosting yang diwariskan dari versi sebelumnya masih muncul. Laporan komunitas juga bicara soal kesan ketidakadilan antar vendor dan patch yang datang lambat.

Klaim Komunitas dan Dampaknya

Di beberapa games, solusi sementara yang sering diadopsi adalah menurunkan pengaturan grafis. Ini membantu stabilkan fps dasar sebelum mengaktifkan generation agar results lebih rapi.

Namun masih ada issues pacing. Pemain melihat angka fps tinggi, tapi pengalaman terasa tersendat karena timing presentasi tidak konsisten.

Masalah Penyebab Umum Solusi Singkat
Shimmering / Ghosting Algoritma lawas, motion vectors kurang akurat Gunakan patch terbaru; validasi motion vectors
Frame pacing tidak stabil Integrasi presentasi / overlay bermasalah Perbaiki UI composition; nonaktifkan overlay bermasalah
Performa vs Kualitas GPU-bound; trade‑off scaling agresif Turunkan grafis, prioritaskan 60 fps stabil sebelum FG

Rekomendasi Pengaturan di Xbox Series S: Mode, Resolusi, dan Sharpening

Sebelum menyesuaikan pengaturan, pastikan performa dasar stabil. Targetkan stabilitas agar fitur interpolasi memberi efek yang diharapkan tanpa memperparah artefak.

Prioritaskan 60 fps sebelum mengaktifkan FG

Usahakan mencapai minimal 60 fps pada mode permainan biasa. Jika fps stabil, fsr frame generation akan bekerja dalam kondisi ideal dan mengurangi ghosting.

Seimbangkan Balanced / Performance mode dan slider sharpening

Mula‑mula pilih Balanced sebagai titik awal. Jika ingin visual lebih tajam, pindah ke Quality. Bila prioritas Anda fps, coba performance mode.

Setting Tujuan Catatan
Balanced Seimbang quality & fps Mulai dari sini
Performance mode Max fps dasar Resiko artefak lebih tinggi
Native AA Kualitas gambar Overhead tinggi pada gpu

Re‑check setelah setiap patch game atau driver. Tuning terbaik bisa berubah seiring update, jadi uji ulang pengaturan pada beberapa adegan untuk hasil konsisten.

Siapa Sebaiknya Mengaktifkan FG di Series S: Player Profiling

Menentukan cocok atau tidaknya fitur interpolasi bergantung pada gaya bermain Anda. Pemain yang menghargai kelancaran visual dan suasana sinematik sering menikmati frame ekstra walau ada kenaikan latency kecil.

Pemain kompetitif yang sensitif terhadap input biasanya memilih menonaktifkan fitur ini. Mereka lebih mengutamakan respons cepat meski fps tampil lebih rendah.

Uji coba praktis penting: mainkan beberapa bab atau misi padat aksi untuk merasakan perbedaan nyata antara angka fps dan sensasi kontrol.

Profil Pemain Rekomendasi Catatan
Cinematic / Santai Aktifkan Terima sedikit latency demi kelancaran image
Kompetitif / FPS Non‑aktifkan Prioritaskan input dan respons
Pengguna VRR TV Aktifkan + limiter Butuh pengaturan untuk pacing stabil

Untuk developer dan pemain yang ingin tahu lebih teknis, pelajari dokumentasi FidelityFX di situs resmi sebelum menyesuaikan pengaturan.

Untuk Developer: Checklist Integrasi FSR 3.1 di Game Konsol

Panduan singkat ini membantu tim engine dan studio memastikan integrasi berjalan aman dan konsisten. Fokusnya pada migrasi, validasi debug, kompatibilitas DLL, serta optimisasi jalur compute yang memengaruhi fps dan latency.

Mulai migrasi dari versi upscaling lama lewat FidelityFX API supaya akses ke fsr frame generation lebih mudah dan rapi. Pastikan pipeline upscaler-only bebas artefak sebelum menyalakan modul interpolasi; masalah yang ada akan terlihat lebih parah setelah integration.

Migrasi dan validasi debug view

Ganti jalur FSR 2 dengan versi 3.1.4+ melalui FidelityFX API untuk percepat implementation dan buka fitur tambahan. Gunakan debug view untuk memeriksa motion vectors, depth, dan screen tearing sebelum QA penuh di console.

Signed DLL, overlay, dan async compute

Gunakan signed API DLL agar deployment stabil dan mempermudah debugging. Hindari overlay pihak ketiga yang mengintersepsi DXGI karena dapat merusak frame pacing dan meningkatkan latency.

Setelah jalur sinkron tervalidasi, uji async compute. Di beberapa engine, async menurunkan beban gpu untuk fsr frame dan memberi headroom performa. Namun lakukan ini hanya setelah quality baseline terkonfirmasi.

Aspek Langkah Catatan
Migrasi API FidelityFX API → 3.1.4+ Percepat access ke fsr frame generation dan fixes
Debug & QA Debug view: motion vectors, depth, tearing Validasi sebelum uji konsol penuh
Kompatibilitas Signed DLL & non‑intercepting overlays Jaga frame pacing dan kurangi latency regresi
Compute Sinkron → uji async compute Async bisa turunkan beban gpu, uji per‑engine

Untuk diskusi teknis komunitas dan laporan implementasi, lihat thread yang relevan di forum diskusi implementasi fsr frame generation.

Melihat ke Depan: Redstone, UE5 Plugin, dan Rekomendasi FSR 4

Redstone membawa parameter kamera baru yang membantu metode ML dalam memprediksi gerak dan memperbaiki kualitas interpolasi pada pipeline modern.

Versi 3.1.4 siap untuk Redstone dengan parameter kamera yang ditujukan untuk ML frame generation. Plugin UE5 5.6 memudahkan implementation di banyak games dan mempercepat adopsi teknologi oleh studio.

Elemen Manfaat Rekomendasi
Redstone camera params Lebih akurat pada prediksi ML Validasi pada adegan cepat
UE5 Plugin 5.6 Implementasi lebih mudah Gunakan untuk porting cepat
FSR 4 / fallback Jalan ke depan untuk quality Fallback ke 3.1.5 bila perlu
Adaptive resolution & rate lock Stabilkan pengalaman Terapkan di console

Ke depan, integrasi yang solid antara engine, plugin, dan alat debug menentukan hasil akhir. Immortals Aveum jadi contoh nyata untuk menguji batas teknologi sebelum rilis luas.

Kesimpulan

Singkatnya, potensi lonjakan fps dua kali lipat nyata di beberapa judul. Namun, manfaat itu tergantung pada kualitas integrasi dan pengaturan agar performance dan frame rate tetap stabil di console.

Targetkan minimal 60 fps sebelum mengaktifkan fitur interpolasi. Gunakan VRR atau V‑Sync plus limiter, dan pastikan UI composition dilakukan sesuai pedoman AMD untuk merapikan rate dan mengurangi tearing.

Pembaruan 3.1.x memang menekan ghosting, flicker, dan sharpening negatif. Meski demikian, hasil akhir berbeda antar game, jadi uji beberapa adegan berat sebelum mengunci settings atau memilih option untuk quality versus respons.

Bagi developer, checklist integrasi dan debug view krusial untuk mendapatkan results konsisten pada hardware yang gpu‑limited. Komunitas memberi lot umpan balik; patch bertahap diyakini akan terus memperbaiki image dan pengalaman bermain.

➡️ Baca Juga: Penanganan Kasus Korupsi di Sektor Publik: Upaya Pemberantasan

➡️ Baca Juga: Inisiatif Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Exit mobile version