Duta Besar Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menegaskan pentingnya untuk meluruskan kesalahpahaman mengenai konflik yang terjadi di Yaman. Menurutnya, konflik ini tidak dapat dipandang sebagai pertikaian antara Yaman dan Arab Saudi, melainkan sebagai pertempuran antara pemerintah resmi Yaman dan kelompok pemberontak Houthi.
Salem menjelaskan bahwa kelompok Houthi telah merebut kekuasaan dengan cara kudeta bersenjata. Di sisi lain, Arab Saudi berperan sebagai pendukung Pemerintah Republik Yaman dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh kelompok tersebut.
“Di Yaman terdapat kelompok pemberontak yang beroperasi secara teroris bernama Houthi, yang merebut kekuasaan melalui kekuatan senjata. Sementara itu, Arab Saudi justru berada di pihak pemerintah resmi Yaman,” ungkap Salem saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap pemberitaan di media massa Indonesia yang masih keliru dalam menggambarkan situasi konflik di Yaman. Bahkan, ada beberapa laporan yang menyebut bahwa konflik ini merupakan pertikaian antara Yaman dan Arab Saudi.
“Kami mencatat adanya ketidakjelasan dalam laporan dari beberapa media di Indonesia mengenai kondisi di Yaman. Ada yang mengklaim bahwa konflik ini adalah antara Yaman dan Arab Saudi, yang jelas tidak akurat,” tegasnya.
Salem kemudian menjelaskan lebih dalam bahwa Arab Saudi justru mendukung pemerintah Yaman dalam melawan kelompok Houthi, yang telah melakukan kudeta dengan serangan bersenjata dan merebut kekuasaan secara ilegal.
Ia menambahkan bahwa kelompok Houthi telah menyimpang dari kesepakatan politik yang ada di Yaman dan melakukan tindakan-tindakan bersenjata yang berpengaruh negatif terhadap kondisi ekonomi, sosial, serta kehidupan sehari-hari masyarakat sipil.
Dubes Yaman itu juga menyatakan bahwa pemerintah Yaman telah mengklasifikasikan Houthi sebagai kelompok teroris dan meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukkan Houthi dalam daftar organisasi teroris internasional.
Salem berpendapat bahwa tindakan kelompok Houthi tidak hanya mempengaruhi keamanan dalam negeri Yaman, tetapi juga mengancam jalur pelayaran internasional, terutama di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah, yang merupakan rute perdagangan yang sangat strategis bagi dunia.
Duta Besar Yaman untuk Indonesia juga menggarisbawahi serangan Houthi terhadap sejumlah kapal sipil. Ia menyebut salah satu insiden di mana sebuah kapal komersial bernama MV Tihamah diserang oleh Houthi, yang menimbulkan korban jiwa, termasuk warga negara Indonesia.
Selain itu, ia juga menuding bahwa kelompok Houthi telah melancarkan serangan dengan menggunakan rudal balistik terhadap sejumlah wilayah di Yaman, termasuk Ma’rib, Aden, dan Shabwa, yang semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut.
➡️ Baca Juga: Tiket Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Kini Dijual, Simak Daftar Harganya
➡️ Baca Juga: Nike Rencanakan PHK Besar-besaran pada 2027 Akibat Penurunan Pendapatan yang Signifikan
