AS Mengklaim Berhasil Tenggelamkan Kapal Tempur Iran di Samudera Hindia

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengonfirmasi bahwa kapal selam milik AS telah berhasil menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di perairan Samudera Hindia.

Dalam pernyataannya, Hegseth menjelaskan, “Kemarin, di Samudera Hindia, kapal selam kami menenggelamkan kapal tempur Iran yang merasa aman di perairan internasional.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang membahas mengenai operasi militer yang dilakukan terhadap Iran.

Dia menambahkan, “Kami juga telah menyerang kapal perang mereka yang paling berharga, yakni kapal Soleimani, pada malam yang sama.”

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengungkapkan bahwa angkatan laut dan udara Sri Lanka telah memberikan bantuan untuk mengevakuasi para awak dari kapal Iran yang tenggelam tersebut, dengan total 30 orang berhasil dibawa ke rumah sakit di Sri Lanka.

Herath menjelaskan, “Kami mulai meluncurkan bantuan pada pukul 6 pagi dengan mengirimkan kapal angkatan laut pertama, dan pada pukul 7 pagi kami mengirimkan kapal kedua.” Dia menekankan kolaborasi antara angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka dalam operasi penyelamatan tersebut.

Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber dari kementerian pertahanan Sri Lanka, setidaknya terdapat 78 orang yang terluka dan 101 lainnya dinyatakan hilang setelah kapal tempur Iran tersebut diserang oleh sebuah kapal selam di lepas pantai Sri Lanka.

Herath menyatakan bahwa sinyal darurat diterima pada pukul 5:08 pagi waktu setempat, yang menandakan bahwa kapal angkatan laut Iran bernama IRIS Dena telah tenggelam di luar batas perairan Sri Lanka di Samudera Hindia.

Diketahui bahwa terdapat sekitar 180 kru yang berada di atas kapal tempur yang diserang oleh kapal selam AS tersebut, dan 30 di antaranya mengalami kondisi kritis, menurut keterangan Menteri Luar Negeri Sri Lanka.

Dia juga menekankan bahwa berdasarkan Konvensi Internasional Pencarian dan Penyelamatan Maritim (Konvensi SAR) 1979 yang telah diratifikasi oleh Sri Lanka, negara tersebut memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan kepada kapal yang mengalami situasi darurat.

Sri Lanka memiliki tanggung jawab untuk merespons kejadian maritim yang mendesak tanpa memandang kewarganegaraan, penyebab, maupun lokasi insiden tersebut, meskipun berada di luar perairan teritorialnya, ungkapnya.

Sementara itu, juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.

“Kami menemukan sejumlah korban mengapung di laut dan berhasil menyelamatkan mereka. Setelah melakukan wawancara, kami mengetahui bahwa mereka berasal dari kapal Iran,” kata Sampath dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana dilaporkan oleh Newswire.

➡️ Baca Juga: Mobil Hyundai Termahal di Indonesia: Beberapa Model dengan Harga Setara Rumah

➡️ Baca Juga: Kesiapan Masyarakat untuk Menghadapi Bencana Alam: Edukasi dan Mitigasi

Exit mobile version