FIFA akan menerapkan empat aturan baru di Piala Dunia 2026, bertujuan untuk mengurangi praktik membuang waktu serta menjaga agar alur pertandingan tetap dinamis dan menarik bagi penonton.
Keputusan untuk menerapkan aturan ini disetujui pada pertemuan tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) yang berlangsung di Hensol, Wales, pada 13 Maret 2026. Aturan tersebut akan mulai berlaku bersamaan dengan dimulainya turnamen resmi.
Kebijakan ini diambil sebagai tanggapan terhadap kritik yang berkembang dari para penggemar, analis, dan klub mengenai banyaknya gangguan yang terjadi selama pertandingan. Masalah ini mencakup proses pergantian pemain yang memakan waktu terlalu lama dan penggunaan cedera sebagai strategi untuk memperlambat permainan. Sebagai tambahan, FIFA juga memperluas wewenang VAR untuk memastikan bahwa keputusan penting di lapangan dapat ditinjau dengan lebih tepat.
Berikut adalah empat aturan baru yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026:
Pertama, FIFA akan memperketat prosedur pergantian pemain. Pemain yang ditarik keluar diharuskan meninggalkan lapangan paling lambat 10 detik setelah wasit memberikan sinyal.
Apabila ada keterlambatan dalam proses keluar, tim tidak akan dapat langsung mengganti pemain yang keluar. Akibatnya, tim tersebut harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit hingga jeda berikutnya setelah satu menit berlalu. Aturan ini dirancang untuk mencegah pemain berpura-pura lambat saat diganti.
Wasit kini memiliki kewenangan untuk memulai hitungan visual selama lima detik jika sebuah tim terlihat sengaja memperlambat proses lemparan ke dalam atau tendangan gawang.
Jika bola tidak segera dimainkan setelah hitungan berakhir, penguasaan bola akan diberikan kepada tim lawan. Dalam kondisi tertentu, lemparan ke dalam bisa beralih ke lawan, sementara tendangan gawang yang terlambat dapat berujung pada tendangan sudut untuk tim lawan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mempercepat jalannya pertandingan serta mengurangi waktu yang tidak efektif.
Aturan baru berikutnya berfokus pada praktik membuang waktu yang berkaitan dengan insiden cedera. Pemain yang menerima perawatan medis di lapangan atau yang perlu diperiksa selama pertandingan diwajibkan untuk meninggalkan lapangan setelah pertandingan dilanjutkan.
Mereka hanya boleh kembali ke lapangan setelah berada di luar selama minimal satu menit waktu pertandingan. Dengan adanya aturan ini, FIFA berharap dapat mengurangi kebiasaan tim yang menghentikan ritme permainan dengan alasan cedera yang dianggap tidak mendesak.
➡️ Baca Juga: Cara Sembunyikan Satu Foto Sebelum Dilihat Teman—Cuma 2 Detik!
➡️ Baca Juga: Cara Cerdas Mengelola Produktivitas di Era Digital
